Michael Anthony Kwok Sang Pianis Klasik Remaja

 Michael Anthony Kwok Sang Pianis Klasik Remaja

Kitapastibisa.id – Michael Anthony Kwok Sang Pianis Klasik Remaja

Keajaiban, mukjizat atau Miracle, itulah berbagai lantunan pujian yang sering diberikan kepada pianis muda Indonesia, Michael Anthony Kwok. Hal ini disebabkan oleh kemampuan dan talenta sang pianis tersebut dalam memainkan instrumen Piano walaupun ia adalah seorang pengidap tunanetra dan autisme. Namun kedua hal tersebut tidak menghentikan Michael untuk berprestasi lebih dan menunjukan kemampuannya.

Michael Anthony Kwok

Michael menunjukan bakatnya dalam bermain musik diusia yang sangat muda. Pada usia 8 tahun, walaupun ia belum mengerti notasi musik dan mengetahui komposer-komposer ternama dunia, Michael mampu memainkan lagu ciptaan Ludwig van Beethoven, “Sonata Opus 12 dalam C kecil”. Sang pianis muda tersebut hanya perlu mendengar mahakarya Beethoven itu beberapa kali sebelum bisa memainkannya di Piano. Bahkan Jaya Suprana, pencetus program Jaya Suprana School of Performing Arts dan Presiden Jamu Jago Grup, menyebutkan bahwasanya Michael adalah talenta genius yang langka, bahkan seperti memiliki mukjizat.

Baca Juga  Yane Ansanay, Melahirkan Calon Peneliti Muda Asal Papua

Jaya Suprana menjelaskan perkataannya dengan membandingkan dirinya ke Michael. Ia menjelaskan bahwasanya ia membutuhkan waktu yang lama dan kerja keras untuk menguasai Appasionata. Mahakarya musik yang paling sulit dan rumit untuk tingkat tehnikal dan permainan. Jaya Suprana berhasil menampilkan Appasionata diusia 21 tahun. Namun, Michael berhasil memainkan Appasionata di salah satu ruang latihan di Jaya Suprana School of Performing Arts dengan lancar dan diusia yang sangat muda, yaitu 8 tahun.

Michael juga berhasil meraih beberapa penghargaan baik lokal dan internasional. Ia pun menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia sebagai Pianis Klasik Remaja, Tuna Netra dan Autis Pertama di Indonesia yang mampu membawakan lagu-lagu dari komposer ternama dunia. Michael meraih penghargaan tersebut setelah ia tampil di auditorium Erasmus Huis, Pusat kebudayaan Belanda, Jakarta. Michael tampil di konser tunggalnya dan membawakan lagu-lagu komposisi dari Chopin, Bach, Beethoven dan lain-lainnya. Jaya Suprana kembali menunjukan kebanggannya terhadap Michele dengan menyatakan akan membawanya untuk tampil di kancah yang lebih besar.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *