Meski Berumur 101 Tahun, Mereka Selamat dari Covid-19

 Meski Berumur 101 Tahun, Mereka Selamat dari Covid-19

kitapastibisa.id – Meski Berumur 101 Tahun, Mereka Selamat dari Covid-19 – Era.id

“Mr. P selamat. Keluarganya membawa ia pulang kemarin sore. Ini mengajarkan kepada kita bahwa di umurnya yang ke 101 tahun, bahkan masa depan tidak ada yang mengetahui,”

– Gloria Lisi, Wakil Wali Kota Rimini, Italia.

Saat itu, sebagian besar orang mengira bahwa mereka yang lanjut usia memiliki presentase sembuh lebih kecil ketimbang mereka yang masih muda. Jangankan berumur 100 tahun, mereka yang rata-rata berumur 50 tahun pun tidak selamat. Begitulah anggapan warga ketika Mr. P, kakek berumur 101 tahun dinyatakan sembuh dari jangkitan virus corona. Corona adalah satu dari sejumlah pengalaman sulit dunia yang sudah dilalui oleh Mr. P.

Mr. P, sebutan bagi kakek berumur 101 tahun yang selamat dari virus corona ini lahir pada tahun 1919. Saat itu, spanish flu yang ganas tengah mewabah di Eropa. Pandemi itu diketahui telah membunuh sekitar 30 juta orang di seluruh dunia. Mr. P adalah salah satu yang selamat dari wabah mengerikan itu. Tak hanya itu, sejumlah sumber mengatakan bahwa laki-laki tersebut juga selamat dari perang dunia ke dua.

Baca Juga  Yan Mongula, Pencipta Hand Sanitizer dengan Kearifan Lokal

“Mr. P selamat. Keluarganya membawa ia pulang kemarin sore. Ini mengajarkan kepada kita bahwa di umurnya yang ke 101 tahun, bahkan masa depan tidak ada yang mengetahui,” terang Lisi, melansir dari cnn.com, edisi (27/03), 2020.

Berbeda tempat, namun dengan semangat yang sama, Bill Lapschies adalah kakek berumur 104 tahun asal Kota Oregon, Lebanon, menjadi orang tertua yang selamat dari virus corona saat ini. Saat keluarganya bertanya pada Lapschies soal bagaimana ia dapat melewati masa sulit saat menghadapi corona, ia hanya menjawab dengan senyuman serta beberapa kata.

“Saya tidak tahu. Virus itu pergi begitu saja. Yang saya lakukan hanya duduk di rumah sakit,” tutur kakek berumur 104 tahun itu.

Masih soal penyintas, Zhang Guangfen adalah nenek berumur 103 tahun asal Wuhan, China, yang lebih dahulu pulih sebelum Lapschies.

Baca Juga: Deru Sadiman Hijaukan Lereng Gunung Lawu

Nasihat dari Mereka yang Sudah Hidup Satu Abad

Sebagian orang mungkin bertanya-tanya, bagaimana mereka dapat selamat? Namun sebelum pertanyaan tersebut, mungkin sebagian orang lainnya akan bertanya, bagaimana mereka bisa hidup selama satu abad? Mengacu pada data World Health Organization (WHO), angka harapan hidup manusia di dunia mencapai 72 tahun. Umur tersebut tentu bisa diraih melalui pola hidup yang sehat. Lantas, bagaimana kah dengan mereka yang berumur 1 abad?

Baca Juga  Rasa Malas dalam Kacamata Islam dan Cara Mengatasinya

Sejumlah peneliti penasaran dengan mereka yang dapat hidup 100 tahun. Centenarian, adalah sebutan bagi para penyintas hidup itu, dan supercentenarian adalah sebutan bagi mereka yang hidup sampai 110 tahun. Ogimi, prefektur Okinawa, merupakan salah satu tempat yang terkenal dengan orang-orang berumur panjang. Dr. Craig Willcox, salah satu peneliti yang bertahun-tahun meneliti usia panjang warga Okinawa.

The Okinawa Program, buku yang memuat hasil penelitian Dr. Craig mengungkap bahwa salah satu kunci hidup 100 tahun adalah pola makan. Dalam temuannya disebut soal kebiasaan makan orang Okinawa yang sekarang dijuluki sebagai Okinawa Diet. Pola makan mereka mengandung 30 persen sayur hijau dan kuning, serta 30 persen gula. Sisanya, mereka memakan tahu atau ikan yang biasanya disantap 3 kali seminggu.

Mendukung temuan Craig, dalam buku A Topical Approach to Life-Span Development karya John Santrock tahun 1983, terdapat 5 faktor penentu usia panjang di Okinawa, yakni: pola makan, gaya hidup rendah stress, komunitas yang peduli dan merawat kaum lansia, tingginya aktivitas di masa tua, dan aspek spiritual yang terjaga demi melepas beban hidup.

Baca Juga  Lelang Jersey Lawan Corona, Ramdani Lestaluhu Mengaku Bangga

Kelihatannya, 5 poin di atas sangat sulit ditemukan saat ini, kan? Namun, kita bisa belajar untuk menerapkan sejumlah tips tersebut. Dalam kaitannya dengan wabah virus corona, memang belum ada bukti bahwa para penyintas yang berumur 100 tahun lebih menerapkan gaya hidup sebagaimana orang-orang di Okinawa. Namun, sejumlah faktor kesehatan yang diungkapkan oleh peneliti di atas memang terbukti mampu menjaga kesehatan tubuh. Hal itu yang kemudian menjadi penting untuk dicoba.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *