Merasa Dunia Sedang Carut-marut? Berikut Tips untuk Tetap Bahagia

 Merasa Dunia Sedang Carut-marut? Berikut Tips untuk Tetap Bahagia

kitapastibisa.id – Merasa Dunia Sedang Carut-marut? Berikut Tips untuk Tetap Bahagia

Tips Bahagia – Tidak dapat dipungkiri, semakin hari rasanya dunia semakin keras memberikan tekanan. Mulai dari informasi negatif yang membuat jengah, hingga pertanyaan-pertanyaan dari sanak saudara yang terdengar menuntut. Manusia seakan-akan hidup dalam lingkaran stress yang tidak ada habisnya.

Tips Bahagia

Sebagai contohnya, mengacu pada data dari Deklarasi Darurat Nasional Jepang per tanggal 7 April 2020, Jepang mengalami peningkatan kasus stres sebesar 104,5 kali lipat. Ini tidak lepas dari wabah corona yang sedang melanda dunia.

Meski pada tahun 2018 lalu Indonesia merupakan negara dengan angka kasus stress terendah di Asia Tenggara, perihal stress ini tetap menjadi momok bagi sebagian orang. Tak usah membahas terlalu jauh penyebab stress orang Indonesia. Salah satu contoh sebab stress Indonesia kerap kali muncul dari omongan orang sekitar yang tak jarang menuntut.

Lantas, Apa Yang Dapat Kita Lakukan Untuk Menghadapi Stress Yang Mendera dan Apa Tips untuk Bahagia?

3 Tips Melawan Stress

Terlepas dari wabah virus corona yang sedang melanda dunia, stress sudah bercokol dalam kantung masyarakat bahkan sebelum Indonesia merdeka. Di era modern seperti dewasa ini, paradoks yang muncul dari pesatnya perkembangan teknologi menjadi ciri khas yang menyebabkan stressnya manusia modern.

Baca Juga  Inilah Letak Jerawat Yang Bisa Pengaruhi Kesehatanmu

Salah satu contohnya adalah teknologi. Semula, fungsi teknologi adalah membantu kehidupan manusia. Namun kehadirannya tentu bukan berarti tidak memiliki risiko, mulai dari perundungan dalam media sosial atau berita bohong yang berkeliaran. Berikut cara modern untuk menghalau stress di dunia modern.

1. Istirahat Media Sosial

Istirahat sejenak dari keriuhan jagat maya sama baiknya manakala Anda beristirahat dari dunia nyata. Pasalnya, dunia maya saat ini tidak jauh berbeda dengan dunia nyata yang selama ini kita kenal. Jagat maya dengan media sosial sebagai gerbangnya telah membuktikan kedigdayaannya dalam mengacak-acak jiwa manusia.

Beristirahat dari media sosial tidak hanya diartikan sebagai tidak menggunakannya dalam beberapa waktu. Beristirahat dapat diartikan dengan menyadur akun-akun yang positif saja. Anda bisa membuat akun

alternatif yang berisikan hanya informasi dan konten positif saja, seperti akun edukasi dan hiburan tanpa ada akun kawan-kawan Anda atau akun berita.

2. Rutin Berolahraga

Sudah terbukti bahwa olahraga menjadi salah satu sebab kebahagiaan seorang manusia. Hal ini karena secara biologis terbukti bahwa olahraga memicu hormon yang tak hanya membuat diri menjadi sehat, namun membuat diri menjadi bahagia.

Baca Juga  Cerita Rasulullah Tentang Seorang Berkulit Hitam dan Pertanyaan Surga

Olahraga sederhana memicu hormon dopamine pada otak yang fungsinya adalah memberikan sensasi bahagia dalam tubuh. Hal ini merupakan salah satu hal yang paling ampuh untuk meredakan stress yang bercokol dalam diri. Setelah otak Anda memproduksi dopamine, tubuh Anda yang lelah setelah berolahraga juga membuat Anda lebih mudah untuk tidur nyenyak.

3. Berhenti Membanding-bandingkan Diri

Telah disinggung sebelumnya bahwa modernisasi menciptakan paradoks. Secara sempit, media sosial terkesan memacu penggunanya untuk berlomba-lomba menunjukkan jati diri mereka di jagat maya. Berbagai fitur disiapkan untuk mempromosikan sehingga terbentuklah ajang adu tenar.

Tak jarang media sosial membuat sebagian penggunanya resah. Ungkapan pepatah mengenai rumput tetangga lebih hijau menjadi benar adanya dalam kondisi tersebut. Untuk menghadapi hal tersebut, agaknya kita harus memasang kaca mata kuda agar kita fokus pada apa yang menjadi tujuan diri kita dan fokus pada diri sendiri.

Dengan kata lain, jadilah diri sendiri dengan bersyukur. Hal ini diungkapkan oleh seorang psikolog, yakni Robert Emmons. Menurutnya, rasa syukur dapat membangun sistem kekebalan psikologis yang berfungsi sebagai bantalan saat kita jatuh. Berdasarkan studi yang ia lakukan, orang yang penuh syukur lebih kebal terhadap stres kecil dalam keseharian ataupun masalah pribadi besar

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *