Menjaga Diri Agar Senantiasa Istiqamah

 Menjaga Diri Agar Senantiasa Istiqamah

Kitapastibisa.id – Menjaga Diri Agar Senantiasa Istiqamah – Labbaik

Menjaga Diri Agar Senantiasa Istiqamah – Sudah semestinya umat muslim berlomba-lomba dalam kebaikan. Allah subhanahu wa ta’ala memberikan ke

“Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.”

Dr. Saiful Bahri dalam tulisannya di situs dakwatuna.com menjelaskan bahwa setiap manusia punya kapasitas yang berbeda dalam beramal. Manusia punya kegiatan dan aktivitas ibadah yang berbeda-beda sesuai dengan kemampuan mereka. Apapun amalan yang dilakukannya, ayat tersebut menunjukkan bahwa konsistensi adalah yang terpenting.

Istiqamah merupakan sifat yang sangat terpuji. Dengan sifat tersebut, Allah subhanahu wa ta’ala menyebutnya sebagai orang yang senantiasa diliputi rasa aman dan tenang. Hal tersebut disampaikan dalam firman-Nya,

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.” (Al-Ahqaf ayat:13)

Dalam ayat tersebut Allah ta’ala menjanjikan ketenangan jiwa bagi orang-orang yang mampu beristiqamah. Dalam ayat setelahnya dijelaskan pula bahwa mereka adalah para penghuni surga. Firman Allah dalam surat Al-Ahqaf ayat 14,

Baca Juga  Kedai Subway, Dari Kedai Nomor Satu hingga Bangkrut

“Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.”

Untuk menjadi pribadi yang memiliki sifat istiqamah, maka kita perlu memahami maknanya.

Baca Juga: Memaknai Umur Menurut Ajaran Islam

Memahami Istiqamah

Dari Abu ‘Amr—ada yang menyebut pula Abu ‘Amrah—Sufyan bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

“Aku berkata: Wahai Rasulullah katakanlah kepadaku suatu perkataan dalam Islam yang aku tidak perlu bertanya tentangnya kepada seorang pun selainmu.” Beliau bersabda, “Katakanlah: aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah.” (HR. Muslim, no. 38)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan terdapat beberapa poin penting terkait makna dari hadis tersebut. Istiqamah adalah menjaga perkara wajib tanpa meninggalkannya. Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa istiqamah mencakup kemurnian amalan tersebut. Artinya, amalan-amalan wajib tidak ditinggalkan dan tidak ada cacat di dalamnya.

Contoh cacat dalam amalan yakni mengakhirkan waktu salat hingga lewat waktunya atau berlaku curang dalam perdagangan. Semakin sedikit maksiat yang ditinggalkan, maka semakin ia dekat dengan istiqamah.

Lantas, saatnya diri untuk bermuhasabah. Sudahkah kita istiqamah? Meski terasa sulit, namun tetaplah berupaya. Jika tidak mampu menjadi istqamah, maka setidaknya dekatilah. Begitu yang disampaikan dalam hadis dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Baca Juga  Kunci Hidup Sehat dalam Agama Islam

“Istiqamahlah (dalam perkataan, amalan dan niat, pen.). Kalau tidak mampu ideal, dekatilah yang ideal.” (HR. Bukhari, no. 6467; Muslim, no. 2818)

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *