Menilik Asal-usul Nenek Moyang Manusia Versi Islam

 Menilik Asal-usul Nenek Moyang Manusia Versi Islam

Kitapastibisa.id – Menilik Asal-usul Nenek Moyang Manusia Versi Islam – Tribun

Menilik Asal-usul Nenek Moyang Manusia Versi Islam – Sebagaimana diriwayatkan, Nabi Adam adalah manusia pertama yang turun ke bumi. Keturunan beliau kemudian bertambah banyak hingga akhirnya memenuhi muka bumi hingga saat ini. Namun pernah Anda bertanya bagaimana persebaran keturunan Nabi Adam itu?

Dalam sebuah hadis, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, pernah bersabda :

“Sam adalah nenek moyang bangsa Arab, Ham adalah nenek moyang bangsa Habasyah (Ethiopia, Afrika -ed) dan Yafits adalah nenek moyang bangsa Romawi.” (Musnad Imam Ahmad, V/9)

Hadis tersebut menyampaikan bahwa setidaknya ada 3 nenek moyang yang menjadi asal-muasal manusia dari berbagai belahan dunia. Sam, Ham, dan Yafits merupakan 3 nenek moyang yang disebutkan dalam hadis tersebut memiliki pengaruh terhadap persebaran manusia di dunia.

Setelah kurang lebih 10 generasi setelah Nabi Adam wafat, Allah mengutus Nabi Nuh alaihissalam untuk melanjutkan risalah agama. Pada masa inilah kita semua mengetahui terjadi banjir besar yang menenggelamkan seluruh manusia, kecuali umat Nabi Nuh berserta keluarganya. Dalam sebuah riwayat, dikatakan terdapat 80 pengikut Nabi Nuh yang selamat.

Baca Juga  Manfaat Menjalin Hubungan Jarak Jauh

Setelah kejadian tersebut, Allah jadikan keturunan Nabi Nuh sebagai penyambung kehidupan manusia. Allah berfirman dalam surat As-Saffat,

“Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan.”

Ayat tersebut kemudian menjadi dalil bagi sebagian ulama mengenai asal-usul nenek moyang manusia. Nabi Nuh memiliki 3 orang anak, yakni Sam, Ham, dan Yafits. Dalam hadis Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda,

“Nuh memiliki anak; Sam, Ham dan Yafits. Sam kemudian memiliki keturunan bangsa Arab, Persia dan Romawi. Kebaikan ada pada mereka. Yafits memiliki keturunan bangsa Turki, Sicilia, Ya’juj dan Ma’juj. Mereka tidak memiliki kebaikan. Dan Ham memiliki keturunan bangsa Qibthi (Mesir -ed), Sudan dan Barbar.”

Baca Juga: Kisah Pembunuh Bengis yang Masuk Surga

Siapakah Sam, Ham, dan Yafits?

Baik Sam, Ham, dan Yafits, mereka memiliki keturunan yang luar biasa. Masing-masing mereka mewariskan kemampuan yang unik bagi keturunan mereka. Lantas, apa perbedaan mereka?

Mengutip dari ibtimes, bangsa Sam atau Semit memiliki budaya bertutur yang luar biasa. Mu’arif, penulis sekaligus pengkaji Muhammadiyah-Aisyiyah mengatakan bahwa semit merupakan bangsa penutur terbaik. Semit digadang sebagai nenek moyang bangsa Arab.

Baca Juga  Designer Kenzo Takada Meninggal Dunia karena Covid-19

Keturunan Sam kerap dikaitkan dengan sejarah Nabi Ibrahim. Ia merupakan manusia yang memiliki daya ingat yang kuat dan mampu menuturkan kisah dengan baik meski belum melek huruf sekalipun.

Selanjutnya, Ham merupakan keturunan Nabi Nuh yang menyebar ke wilayah barat dan selatan, tepatnya benua Afrika. Mereka memiliki ciri yakni manusia yang besar dengan kulit yang hitam.

Terakhir adalah Yafits, yakni keturunan Nabi Nuh menjadi nenek moyang dunia bagian timur, seperti Cina, Mongol, Turki, bahkan Romawi pada saat itu. Menurut Felix Siaw, seorang tokoh Agama Indonesia, keturunan Yafits dikenal dengan kemampuan perangnya yang luar biasa.

Yafits merupakan nenek moyang dari pasukan Mongol yang terkenal ganas, Turki yang berhasil mendirikan kerajaan Utsmaniyah, bahkan nenek moyang dari Ya’juj dan Ma’juj.

Begitulah asal-usul nenek moyang manusia versi Islam. Meski terdapat perbedaan pendapat, sebagian ulama menjadikan kisah tersebut sebagai rujukan untuk memahami persebaran manusia.

Artikel Terkait