Mengenal Pesantren yang Tak Hanya Belajar Ilmu Agama

 Mengenal Pesantren yang Tak Hanya Belajar Ilmu Agama

Kitapastibisa.id – Mengenal Pesantren yang Tak Hanya Belajar Ilmu Agama – Pikiran rakyat

Mengenal Pesantren yang Tak Hanya Belajar Ilmu Agama – Pendidikan merupakan sebuah isu yang tak pernah selesai untuk terus dipelajari. Berbagai institusi pendidikan berlomba memberikan penawaran tentang manfaat dan keuntungan yang didapat ketika kita “menitipkan” putra- putri kita untuk bersekolah di tempat tersebut.

Bahkan, tak jarang orang tua yang memilih untuk menyekolahkan anaknya di pesantren, sebuah institusi lain pendidikan selain sekolah negeri, yang akan lebih banyak menitikberatkan pelajaran pada ilmu keagamaan dan kemandirian.

Berbeda dari kebanyakan pesantren pada umumnya, kita akan menemukan potret lain di sebuah pondok pesantren bernama Ath-Thaariq yang berdiri pada tahun 2009. Lokasinya sendiri berada di Kampung Cimurugul, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Baca Juga: Indonesia Berkebun, Opsi Menghadapi Krisis Pangan

Pondok Pesantren Ath-Thaariq

Mengenal Pesantren yang Tak Hanya Belajar Ilmu Agama
Kitapastibisa.id – Mengenal Pesantren yang Tak Hanya Belajar Ilmu Agama – Pesantren Ekologi

Pesantren yang berdiri di atas tanah seluas 8.500 meter persegi tersebut dikelola oleh aktivis lingkungan perempuan asal Garut bernama Nissa Wargadipurra, atau yang lebih akrab disapa teh Nissa.

Ia mendirikan pesantren yang berfokus pada hubungan manusia dengan alam dan lingkungan. Yang berawal dari keresahannya yang melihat kondisi pertanian di Indonesia. Bagaimana jumlah petani dan lahan produktif semakin turun setiap tahun. Serta kerusakan alam yang semakin parah karena kurangnya kesadaran manusia untuk menjaga alam itu sendiri.

Baca Juga  Menghilangkan Uban Dengan Cara Alami

Ia kemudian berfokus untuk mengembangkan pertanian secara organic, serta menggandeng para petani di derahnya untuk bersama-sama melakuan praktik tersebut. Hal ini pula lah yang mendorongnya untuk mendirikan sebuah institusi pendidikan yang mampu mengajarkan anak-anak, yang adalah calon penerus bangsa untuk lebih peduli terhadap alam dan sekitar.

Di pesantren ini para santri selain diajarkan ilmu agama, juga diajarkan konsep ekologi. Nissa bersama suami, Ibang mengarahkan para santri untuk diajarkan cara bertani dan berwirausaha.

Mereka sudah mengolah aneka hasil alam untuk dijual, misalnya teh yang dibuat dari aneka daun yang ada di sekitar Pesantren. Membuat sabun, shampoo, body lotion dari bahan alami. Juga membuat aneka selai dan makanan. Semua produk itu dikemas dengan baik dan telah mempunyai pasar hingga ke luar negeri.

Mereka mengusahakan agar pesantren dapat hidup mandiri. Ada aneka dekorasi seperti lukisan yang terbuat dari biji-bijian yang tidak terpakai terpajang di dinding. Lukisan-lukisan tersebut dapat dibeli oleh pengunjung bila tertarik.

Baca Juga  Tips Menjaga Kamera Tetap Awet dan Berfungsi Baik

Pertanian di sana juga dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pembibitan, menghasilkan bibit unggul, penanaman, hingga panen dilakukan secara swadaya. Aneka biji tanaman menjadi koleksi mereka. Demikian juga aneka daun teh tersedia dalam kemasan yang diproduksi oleh para santri.

Apa yang ia lakukan melalui pesantrennya adalah sebuah upayanya untuk dapat memberi penawaran sistem pendidikan yang lebih siap mengolah pertanian dan kehidupan yang selaras alam di bumi pertiwi.

Artikel Terkait