Mengenal Lasiyo, Sang Profesor Pisang Dari Yogyakarta

 Mengenal Lasiyo, Sang Profesor Pisang Dari Yogyakarta

kitapastibisa.id – Mengenal Lasiyo, Sang Profesor Pisang Dari Yogyakarta – medcom.id

Berawal ketika gempa 5,6 skala Richter melanda Yogyakarta pada tahun 2006 silam yang juga menghancurkan rumahnya. Dalam kondisi tersebut banyak warga yang mengalami rasa kalut. Dan untuk mengatasi hal tersebut Lasiyo berinisiatif untuk berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk membuat program yang dapat membantu warga. Niat baiknya tersebut mendapat sambutan yang baik dari pihak kelurahan. Dengan mengeluarkan Perdes (peraturan desa) yang bertujuan untuk membantu warga.

Salah satu daru peraturan tersebut adalah siapapun warga yang menanam pohon pisang raja satu hamparan tanah, dengan jumlah 50 batang. Maka akan dibelikan Rp 5.000,00 perbatang, dan Lasiyo juga adalah orang pertama yang melakukan penanaman pohon pisang tersebut. Lasiyo ketika itu menanam 100 batang pohon pisang raja.

Baca Juga: Kisah Perakit Robot Limbah Merawat Budaya Rajah

Usaha dan Kerja Keras yang Membuahkan Hasil

Sebelum usulannya ini disetujui, tidak sedikit yang menganggap usulan Lasiyo tersebut sulit untuk dilakukan. Namun dia tetap berusaha meyakinkan pihak dari kelurahan, hingga kemudian mendapat persejuan dari pihak kelurahan. Seiring berjalanya waktu pohon-pohon pisang tersebut mulai mebuahkan hasil dan pundi-pundi ekonomi baginya dan warga sekitar. Tetapi dia tidak berhenti disitu saja. Setelah berhasil menanam pisang Lasiyo mulai mendatangkan varietas-varietas pisang lainya, khususnya pisang lokal khas Indonesia.

Selain melakukan pembudidayaan berbagai varietas pisang Lasiyo juga mengembangkan peptisida dengan melakukan eksperimen secara otodidak. Hasilnya, dia mampu menciptakan peptisida yang mampu merangsang pertumbuhan bibit pisang menjadi lebih cepat. Yang normalnya memakan waktu empat bulan, dengan peptisida buatanya hanya memerlukan waktu sekitar dua bulan.

Pencapian dari Lasiyo ini juga pernah mengantarkanya sampai Internasional dengan menghadiri pertemuan Salo del Gusto Tella Madre pada tahun 2016 silam di Turin, Italia. Acara ini sendiri adalah pertemuan internasional yang dihadiri oleh para penggerak bidang pangan dan ilmu gastronomi yang ramah lingkungan. Selain itu lasiyo juga mendapatkan berbagai penghargaan dari pemerintah Yogyakarta juga pemerintah pusat atas capaianya tersebut.

Baca Juga  Komarudin, Pejuang Indonesia yang Berasal dari Korea

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *