Mengenal Kearifan Lokal Ureueng Aceh

 Mengenal Kearifan Lokal Ureueng Aceh

Kitapastibisa.id – Mengenal Kearifan Lokal Ureueng Aceh – Wikipedia

Mengenal Kearifan Lokal Ureueng Aceh – Suku Aceh atau yang dalam Bahasa Aceh disebut dengan Ureueng Aceh. Yaitu penduduk asli yang mendiami wilayah pesisir dan sebagian pedalaman Provinsi Aceh. Sejak dulu orang Aceh sudah hidup berkel­ompok sambil saling berinteraksi dan membentuk komunitas dengan pola hidup yang khas.

Kekhasan masyarakat aceh tercermin dalam hadih maja yang berkaitan dengan strata ke­masyarakatan dan pola hubungan dalam masyarakat tersebut. Hadih maja adalah nasehat yang menampilkan sejarah masa lampau Aceh. Sedangkan strata dan sistem organisasi dalam masyarakat Aceh dibangun berdasarkan konsep pemerintahan dengan syariat Islam.

Hadih maja menyebutkan bahwa persoalan adat-istiadat, sistem pemerin­tahan, hendaklah disesuaikan dengan konvensi para raja dan diserahkan sepenuhnya pada raja. Sedangkan persoalan hukum diatur oleh ulama. Karenanya para raja selalu berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan adat dan tidak melanggar adat. Sikap ini merupakan pemikiran bahwa adat-istiadat yang ada dalam masyarakat idealnya dipertahankan sesuai dengan hadih maja. Karena adat tersebut merupakan warisan nenek moyang.

Baca Juga  Filosofi Pakaian Adat Melayu Dari Pulau Penyengat

Baca Juga: Siri Na Pacce Falsafah Hidup Dalam Budaya Sulawesi Selatan

Ureueng Aceh, Adat Istiadat Dan Hukum

Aceh merupakan salah satu provinsi yang menjunjung tinggi adat istiadat dalam masyarakatnya. Ureueng Aceh selalu menyelesaikan masalah tersebut secara adat yang berlaku dalam masyarakatnya. Pengelolaan sumber daya alam pun di atur oleh lembaga adat yang sudah terbentuk. Hal ini terlihat dengan masih berfungsinya institusi-institusi adat di tingkat gampông atau mukim. Hukum adat di Aceh tetap masih memegang peranan dalam kehidupan masyarakat.

Institusi adat di tingkat gampông dan mukim ini ini juga merupakan lembaga pemerintahan. Lembaga-lembaga adat dimaksud seperti Panglima Uteun, Panglima Laot, Keujruen Blang, Haria Pekan, Petua Sineubok.

Dalam hukum adat semua jenis pelanggaran memiliki jenjang penyelesaian yang selalu dipakai dan ditaati masyarakat. Hukum dalam adat Aceh tidak langsung diberikan begitu saja meskipun. Dalam hukum adat jenis penyelesaian masalah dan sanksi dapat dilakukan terlebih dahulu dengan menasihati, kemudian dengan teguran, lalu pernyataan maaf oleh yang bersalah di hadapan orang banyak.

Baca Juga  Mengenal Tradisi Tumbilotohe Dari Gorontalo

Aceh juga menerapkan syariat Islam, yang mana hukum di Aceh hendaknya tidak bertentangan dengan hukum Islam. Hukum adat di Aceh selalu berpedoman kepada alquran dan assunnah.

Artikel Terkait