Meneladani Sikap Syekh Ali Jaber Kala Menghadapi Musibah

 Meneladani Sikap Syekh Ali Jaber Kala Menghadapi Musibah

Kitapastibisa.id – Meneladani Sikap Syekh Ali Jaber Kala Menghadapi Musibah – Detik

Meneladani Sikap Syekh Ali Jaber Kala Menghadapi Musibah – Akhir-akhir ini nama Syekh Ali Jaber kembali menjadi sorotan publik. Namun, kali ini berbeda. Beliau mengalami musibah berupa serangan dari orang yang tak dikenal kala ia menghadiri wisuda penghafal Alquran di Lampung. Atas serangan tersebut, beliau menderita luka tusuk pada lengannya.

Ada menarik dari kisah penusukan Syekh Ali. Kejadian itu mengandung sejuta hikmah bagi umat muslim. Salah satunya perasaan tenang Syekh Ali saat mendapat musibah. Dalam surat Al-Fath ayat ke-4 Allah berfirman,

“Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui, Maha bijaksana,”

Maha benar janji Allah pada hamba-Nya. Ayat tersebut menjelaskan ketenangan batin merupakan salah satu nikmat dari Allah dalam rangka meningkatkan keimanan seorang mukmin. Kisah tersebut nyata kita saksikan dalam musibah Syekh Ali

“Saya jujur saja. Di saat kejadian ini (aksi penusukan), tidak tahu perasaan saya tenang. Adem. Jiwa saya adem. Jadi tidak ada rasa gelisah atau rasa trauma. Santai. Justru yang saya pikirkan adalah selamatkan dia (pelaku penusukan),” tutur Syekh Ali dalam acara podcast Deddy Corbuzier.

Baca Juga  Irwan Rovany Doke, Berawal Dari Hal Kecil Hingga Menjadi Besar

 Sikap tenang merupakan buah dari iman yang membawa kepada kedamaian. Dengan perasaan tenang, manusia dapat berpikir lebih bijak sehingga dapat mencegah kekacauan . Hal tersebut secara tersirat disampaikan oleh ulama kelahiran Madinah itu. Lantas, apa saja sifat beliau yang bisa kita tekuni?

Baca Juga: Dindin Komarudin, Tempat Pulang Anak Punk Jalanan Jakarta

Pesan Damai dari Syekh Ali Jaber

Meneladani Sikap Syekh Ali Jaber Kala Menghadapi Musibah
Kitapastibisa.id – Meneladani Sikap Syekh Ali Jaber Kala Menghadapi Musibah – Era

Banyak hikmah dari perangai Syekh Ali saat mengalami musibah. Yang pertama adalah memaafkan. Syekh Ali menjawab bahwa ia lebih memilih untuk menyelamatkan pelaku penyerangan yang diarak warga ketimbang dirinya yang bersimbah darah. Saat melihat pelaku dihakimi warga, Syekh Ali tidak memiliki perasaan dendam sedikit pun. Ia justru meminta warga untuk tidak menghakimi pelaku.

“Saya lihat. Saya stop. Saya bilang, kasihan jangan begitu. Dia memang salah, tapi bukan seperti itu caranya. Dia tetap manusia. Mohon diamankan sampai pihak kepolisian datang,” ujar Syekh Ali.

Kedua, berbaik sangka. Jawaban itu tentu tidak membuat host podcast Corbuzier itu puas. Lantas, ia kembali bertanya soal pendapat Syekh Ali terkait isu penyerangan tersebut. Syekh Ali menyebut jangan sampai kasus ini dikaitkan dengan isu apa pun, termasuk politik atau terorisme.

Baca Juga  Sutami, Sosok Menteri Termiskin Era Soekarno dan Soeharto

“Kalau boleh dianggap ini kasus pribadi saya. Saya anggap ini takdir Allah, saya tidak ingin ini dikaitkan dengan gerakan mana pun atau politik atau isu apapun. Itu nanti urusan aparat kepolisian. Itu namanya buruk sangka dan saya belajar untuk berbaik sangka,” jelas Syekh Ali.

Yang ketiga, belajar untuk bersyukur saat mengalami musibah. Menurut Syekh Ali, tidak ada hal yang terjadi secara kebetulan. Baik itu adalah kejadian yang menyebangan atau pun sebaliknya, semua adalah kehendak Allah. Maka dari itu, patut untuk mensyukuri segala pemberian.

“Tidak ada yang terjadi secara kebetulan semua terjadi atas kehendak Allah. Jika saya marah ada manfaat, maka saya lakukan. Tapi ini untuk apa? Maka saya memilih untuk tenang,” papar Syekh Ali.

“Kenapa Alhamdulillah? Di situ ujiannya. Karena ini ujian kita mampu ucapkan Alhamdulillah ketika musibah bukan hanya ketika kita senang. Ketika musibah tidak mudah ucapkan Alhamdulillah, pasti macam-macam alasan. Beda dengan orang yang ketika ia yakini ini datang dari Allah, Alhamdulillah. Di situ saya yakini akan datang ketenagan yang luar biasa,” imbuh beliau.

Baca Juga  Tips Menyusun Barang Koleksi Agar Terlihat Menarik

Selanjutnya, Syekh Ali mengajarkan kepada kita semua untuk selalu meneladani sifat Rasulullah untuk meraih ketenangan jiwa. Manakala hati bersih, maka baiklah akhlak seseorang. Oleh karenanya, jaga hati agar tetap bersih dengan banyak beramal saleh dan berbuat kebaikan.

Artikel Terkait