Mencintai Seni dan Tradisi Indonesia Bersama Iman Soleh

 Mencintai Seni dan Tradisi Indonesia Bersama Iman Soleh

kitapastibisa.id – Mencintai Seni dan Tradisi Indonesia Bersama Iman Soleh – gununganfestival.com

Mencintai Seni dan Tradisi Indonesia Bersama Iman Soleh – Ketika zaman bergerak mengubah Bandung menjadi lebih modern, Iman Soleh bersama komunitasnya tetap konsisten mempertahankan kebudayaan lewat jalan berkesenian. Iman Soleh mensyukuri hidup di tengah-tengah masyarakat dan lingkungan yang banyak melakukan aktivitas kesenian. Gaya berkesenian RT/RW atau dalam lingkungan masjid sudah dilakoninya sejak SD.

Memasuki tahun 1983, Iman Soleh menjadi lebih serius dalam berkesenian. Ketika anak-anak muda seusia-nya bersaing dalam Sipenmaru memperebutkan bangku perguruan tinggi negeri, ia lebih memilih masuk ke STB (Study Club Teater Bandung). Dari sinilah Iman Soleh mengenal sosok Suyatna Anirun, pendiri STB, yang dianggapnya sebagai sosok guru dalam dunia teater. Setelah menyelesaikan pendidikannya di STB, Iman Soleh tidak berhenti berkesenian. Ia melanjutkan “sekolah” di berbagai komunitas besutan seniman-seniman teater yang sudah terlebih dahulu mapan, seperti Arifin C Noer, Teguh Karya, WS Rendra, dan Nano Riantiarno. Kecintaannya terhadap seni dan tradisi Indonesia patut diacungi jempol.

Baca Juga: Skuad Putri All-Star Juarai Turnamen Dunia di California

Baca Juga  NH Dini yang menjadi Google Doodle 29 Februari

Perjalanan Iman Soleh dan Putu Wijaya

Iman Soleh bersama Putu Wijaya bahkan pernah pentas keliling ke 20 tempat di Indonesia. “Saya diuntungkan oleh keinginan Saya yang kuat sekali ingin belajar, apalagi di zaman Saya ada tradisi “nyantri” namanya. Saya menikmati benar sejarah orangtua-orangtua pendiri teater di masa lalu,” kata Iman Soleh menceritakan awal mula sejarah pertemuannya dengan dunia teater. Dipilihnya seni teater sebagai jalan berkesenian bukan tanpa alasan.

Bagi Iman Soleh, seni teater merupakan sebuah tempat dimana berkesenian tidak menjadi terlalu personal dan ia harus juga mengenal yang lain. Modalnya paling primitif, yakni tubuhnya sendiri, pikiran, ucapan-ucapannya, dan tindakannya. Teater juga mengajarkan pada keberagaman sifat dan bentuk.

Dalam berbagai pementasan, Iman Soleh bersama CCL kerap memasukan warna-warna lokal Sunda sebagai sentuhan estetisnya. Hal tersebut dilakukan tentu untuk mempertahankan kekayaan tradisi yang dimilikinya. Bagi Iman Soleh, Molliere dan Shakespare sangat tradisional, naskah-naskah teater yang dilahirkannya membicarakan tentang tradisi. Romeo and Juliet misalnya, menceritakan tentang dua keluarga dalam tradisi Inggris yang sangat kuat.

Baca Juga  Joey Alexander Seorang Pianis Muda Berbakat

Iman Soleh menyayangkan sikap masyarakat yang tidak pernah mempelajari apa yang dimilikinya, tidak pernah memuliakan apa yang menjadi akar tradisinya, dan cenderung hidup kepada apa yang disebut sebagai pola kehidupan barat. Selama belajar di berbagai negara di Eropa, Iman Soleh menyadari betapa tradisionalnya pola hidup mereka (orang Eropa), dan sebaliknya betapa modernnya manusia Indonesia.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *