Menanti Protokol Kesehatan Bagi Atlet Indonesia

 Menanti Protokol Kesehatan Bagi Atlet Indonesia

kitapastibisa.id – Menanti Protokol Kesehatan Bagi Atlet Indonesia

Atlet-atlet Indonesia lintas cabang olahraga kini tengah menanti rilis resmi terhadap protokol kesehatan yang diterbitkan Kemenkes RI. Masing-masing induk cabang olahraga membutuhkan protokol kesehatan agar bisa segera diaplikasikan ke dalam agenda pelatihan, program latih tanding dan lain sebagainya.

Penyusunan protokol kesehatan untuk menyambut masa kelaziman baru di pusat pelatihan perlu dilakukan hati-hati dan matang. Hal ini mengingat kurva penyebaran COVID-19 belum menurun.

Beberapa induk olahraga telah melakukan serangkaian test kesehatan bagi para atlet. Misalnya PRSI Jawa Barat yang telah laksanakan rapid test COVID-19 untuk 250 atlet dan pelatih cabang olahraga akuatik Jawa Barat. PRSI Jawa Barat dalam rapid test ini bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan KONI Jawa Barat agar sesuai dengan prosedur dari WHO dan Kemenkes RI.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Pengurus National Paralympic Committee (NPC) Papua yang telah menguji 150 atlet disabilitas Papua. Seluruh atlet ini tengah dalam proses pelatihan untuk dipersiapkan pada ajang Papernas XVI 2021 di Papua. National Paralympic Committee (NPC) Papua juga bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Jayapura telah rapid test 5-8 Juni 2020 di Sekretariat NPC Papua, Jayapura.

Baca Juga  Sejarah Baru Olahraga Tenis Indonesia

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik (Kemenpora) selaku pemangku kebijakan olahraga dan kepemudaan di Indonesia tengah menanti masukan dari stakeholder olahraga seperti KONI Pusat, NOC Indonesia, dan juga FORMI. Masukan ini kemudian akan diserahkan kepada Kemenkes RI, Gugus Depan Penanganan COVID-19, dan Kemenko PMK untuk dibahas. Protokol kesehatan ini dibuat secara umum untuk olahraga masyarakat, rekreasi, dan para atlet.

Kemenpora RI kemudian akan menyerahkan kembali kepada masing-masing stakeholder untuk lakukan penyesuaian pada masing-masing cabang olahraga. Kemenpora berharap masing-masing induk olahraga bisa memperhatikan protokol kesehatan dengan ketat dan lakukan pengawasan agar tidak muncul klaster baru COVID-19. Zainudin Amali selaku Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia tak segan-segan untuk hentikan pelatihan para atlet jika terbukti ada induk cabang olahraga yang lalai terhadap protokol kesehatan.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *