Membaca Doa Qunut di 15 Malam Terakhir Bulan Ramadan

 Membaca Doa Qunut di 15 Malam Terakhir Bulan Ramadan

kitapastibisa.id – Membaca Doa Qunut di 15 Malam Terakhir Bulan Ramadan – Okezone

Membaca Doa Qunut di 15 Malam Terakhir Bulan Ramadan – Tidak terasa umat muslim telah melewati pertengahan bulan Ramadan. Mendekati berakhirnya bulan Ramadan, umat muslim kerap mengencangkan ikat pinggang mereka seraya melaksanakan amala ibadah dengan lebih giat lagi.

Untuk mengoptimalkan ibadah di setengah bulan Ramadan terakhir, jumhur ulama sepakat menganjurkan umat muslim untuk membaca doa qunut. Dalam pandangan mazhab imam Syafi’i, doa qunut dibaca setelah ruku pada akhir witir. Perintah ini termasuk ke dalam sunnah ab’adh, atau jika ditinggalkan, diperintahkan untuk sujud sahwi.

Doa qunut dalam istilah fikih merupakan bacaan doa di dalam shalat yang dilakukan dalam keadaan berdiri atau pada saat i’tidal, sebelum sujud. Dalam bahasa Arab, kata qunut dapat diartikan sebagai tunduk. Kata ini kemudian mengalami perluasan makna hingga berarti juga berdiri lama, diam, taat, doa, dan khusyu. Menurut arti asalnya, qunut sejalan dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala,

“Dan milik-Nya apa yang di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk.” (QS. al-Rum/30: 26).

Baca Juga  Budaya Mudik Lebaran Indonesia

Doa qunut mengandung sejumlah makna dan keutamaan, antara lain memohon petunjuk dari Allah subhanahu wa ta’ala, meminta keselamatan, memohon bimbingan Sang Pencipta, dan meminta keberkahan atas karunia yang telah diberikan Allah subhanahu wa ta’ala ke pada kita.

Melihat pentingnya doa qunut, Majelis Ulama Indonesia mengimbau umat muslim di Indonesia untuk mengamalkan amalan tersebut.

Baca Juga: Stop Kebiasaan Langsung Tidur Setelah Sahur

Tata Cara Melakukan Doa Qunut

Terdapat perbedaan pendapat mengenai pelaksanaan doa qunut di luar bulan Ramadan. Namun sebagian besar imam 4 mahzab sepakat untuk menjalankannya di bulan Ramadan. Di antaranya imam mahzab Hanafi, Syafii, dan Hanbali sepakat untuk melaksanakannya, sedangkan imam Maliki tidak.

Terlepas dari perbedaan tersebut, ada baiknya jika kita sebagai umat muslim tetap mempelajarinya. Salah satu bacaan doa qunut yang disampaikan oleh Al-Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarinya beberapa kalimat yang diucapkan dalam shalat witir, yaitu:

اللَّهُمَّ اهْدِنِى فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِى فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِى فِيمَا أَعْطَيْتَ وَقِنِى شَرَّ مَا قَضَيْتَ فَإِنَّكَ تَقْضِى وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

Baca Juga  Ngabuburit Di Rumah Saat Karantina

“ALLAHUMMAHDINII FIIMAN HADAIT, WA ’AAFINI FIIMAN ‘AAFAIT, WA TAWALLANII FIIMAN TAWALLAIT, WA BAARIK LII FIIMA A’THOIT, WA QINII SYARRO MAA QODHOIT, FA INNAKA TAQDHI WA LAA YUQDHO ‘ALAIK, WA INNAHU LAA YADZILLU MAN WAALAIT, TABAAROKTA ROBBANAA WA TA’AALAIT.”

(artinya: Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, dan berilah aku keselamatan di antara orang-orang yang telah Engkau beri keselamatan, uruslah diriku di antara orang-orang yang telah Engkau urus, berkahilah untukku apa yang telah Engkau berikan kepadaku, lindungilah aku dari keburukan apa yang telah Engkau tetapkan, sesungguhnya Engkau Yang memutuskan dan tidak diputuskan kepadaku, sesungguhnya tidak akan hina orang yang telah Engkau jaga dan Engkau tolong. Engkau Maha Suci dan Maha Tinggi)” (HR. Abu Daud, no. 1425; An-Nasa’i; no. 1745; Tirmidzi, no. 464. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih).

Meski digempur oleh wabah corona, umat muslim sudah sepapatutnya untuk tetap berpegang teguh pada sunah dan Alquran. Mari jadikan momen Ramadan ini lebih baik dari pada Ramadan sebelumnya.

Baca Juga  Tetap Saling Memaafkan Meski Tak Bersalaman

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *