Memaknai Umur Menurut Ajaran Islam

 Memaknai Umur Menurut Ajaran Islam

Kitapastibisa.id – Memaknai Umur Menurut Ajaran Islam – Okezone

Memaknai Umur Menurut Ajaran Islam – Al-Imam Al-Qurthubi pernah mengatakan makna umur 40 tahun bagi seorang muslim. Pada usia tersebut, beliau menilai seorang hamba telah mengetahui besarnya nikmat yang telah Allah berikan kepadanya dan kepada orang tuanya. Hal tersebut dilakukan agar seorang hamba senantiasa bersyukur atas segala apa yang diberikan Rabb-nya.

Ungkapan tersebut sesuai dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam surat Al-Ahqaf ayat 15 yang berbunyi,

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS. Al-Ahqaf: 15)

Baca Juga  Perkembangan Kompor dari Masa ke Masa

Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim menjelaskan bahwa dalam umur tersebut telah sempurnalah akal, pemahaman dan akhlaknya. Ini menjadi satu alasan mengapa kebanyakan nabi diutus pada umur 40 tahun. Ayat tersebut mengingatkan bahwa rasa bersyukur harus diwujudkan melalui ketaatan kepada Allah.

Doa yang terkandung dalam ayat tersebut merupakan wujud permohonan kepada Sang Pencipta agar hidup di kemudian hari menjadi berkah dan terhindar dari maksiat. Ayat tersebut mengingatkan kepada umat muslim bahwa umur harus benar-benar dimanfaatkan.

Mengenai hal tersebut, Imam Malik dalam Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an mengatakan kebanyakan ulama pada umur tersebut mulai mengurangi aktivitas dunianya. Ini menjelaskan makna dari umur tersebut. Seseorang harus merenungkan apa yang sudah ia persiapkan untuk apa yang di ada di depannya. Demikian juga merenungkan apa yang telah ia perbuat di masa mudanya.

Baca Juga: Antara Sehat dan Kaya Mana yang Lebih Utama?

Memanfaaatkan Masa Muda

Tidak ada yang tahu apakah setiap orang ditakdirkan untuk hidup hingga 40 tahun. Untuk itu, setiap waktu yang dimiliki seorang umat muslim harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Perihal memanfaatkan waktu, Allah Ta’ala berfirman,

Baca Juga  Merawat Bunga Mawar Agar Cepat Berbunga

“Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun, dan demi bukit Sinai, dan demi kota (Mekah) ini yang aman. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu? Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?” (QS. At-Tiin: 1-8)

Ikrimah berpendapat bahwa maksud dari ‘bentuk yang sebaik-baiknya’ adalah masa muda. Pada masa itu, seorang manusia memiliki semangat dan tubuh yang kuat untuk beramal salih. Hal ini disambut pada ayat setelahnya yang maksudnya adalah masa tua.

Menurut Ibnu ‘Abbas, ‘Ikrimah, Ibrahim dan Qatadah, juga Adh-Dhahak, ayat kedua diartikan sebagai masa tua. Ia mengatakan bahwa Hal ini menjadi gambaran bahwa setelah masa muda akan datang masa tua di mana semangat untuk beramal mulai lesu. Untuk itu, seorang muslim tidak boleh membiarkan masa mudanya berlalu tanpa dimanfaatkan sebagik mungkin.

Baca Juga  Kenapa Islam Melarang Umatnya Menganggur?

Ibnu Qutaibah mengatakan makna ayat keenam adalah buah amalan di masa muda di hari senja. Orang yang menggunakan masa mudanya untuk beramal, maka mereka tidak akan kekurangan amal kebaikan di masa tuanya. Hal ini karena Allah Ta’ala Maha Mengetahui. Jika seorang hamba semangat beramal di masa muda, maka mereka tidak akan berhenti dari beramal kebaikan di masa tua.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *