Memaknai Mandul dari Perspektif Islam

 Memaknai Mandul dari Perspektif Islam

Kitapastibisa.id – Memaknai Mandul dari Perspektif Islam – Sehatq

Memaknai Mandul dari Perspektif Islam – Memiliki seorang anak adalah impian bagi setiap orang tua. Terlebih apabila anak tersebut tumbuh menjadi anak yang saleh dan berbakti kepada orang tua. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, dan doa anak yang sholeh.” (HR. Muslim no 1631)

Tak hanya mewarnai hidup dalam rumah tangga, anak merupakan penyelamat orang tua di hari akhir. Hadis tersebut menyampaikan bahwa doa anak yang saleh tidak akan terputus meski orang tua sudah meninggal.

Lantas, merupakan sebuah ujian yang berat bagi orang tua yang tidak memiliki anak. Sulit memiliki anak atau mandul boleh jadi merupakan ujian dan boleh jadi tidak. Allah subhanahu wa ta’ala mengetahui yang terbaik bagi hambanya sebagaimana firman-Nya,

“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 216)

Baca Juga  Adab Berbicara Yang Baik Dalam Islam

Bagi mereka orang tua saleh yang kesulitan memiliki anak, Allah akan menggantinya kehidupan akhirat. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi yang berbunyi,

“Seorang mukmin itu bila sangat menginginkan anak (namun tidak mendapatkannya), di surga ia akan mengandungnya, menyusuinya dan tumbuh besar dalam sekejap, sebagaimana ia menginginkannya.” (HR. Tirmidzi, no. 2563; Ibnu Majah, no. 4338. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Mandul dapat diartikan sulit memiliki anak, namun kata tersebut memiliki makna lainnya dalam perspektif Islam.

Baca Juga: Makna Menyendiri dan Terasing dalam Islam

Banyak Anak Tetapi Mandul

Terdapat sebuah ungkapan yakni “banyak anak tapi mandul”. Ungkapan tersebut merujuk kepada makna lain dari kata mandul. Dalam sebuah hadis dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,

“Menurut kalian, siapa orang yang mandul itu ?” ‘Abdullah bin Mas’ud mengatakan, ‘Kami menjawab : Orang yang tidak mempunyai anak’. Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam menjawab, “Orang yang mandul itu bukan demikian. Akan tetapi orang yang mandul itu adalah seorang laki-laki yang tidak mampu memberikan apapun kepada anaknya.”

Baca Juga  Yang Perlu Diketahui oleh Muslim Tentang Sindrom Impostor

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyebut makna mandul yang hakiki. Dalam hadis tersebut beliau menyampaikan bahwa mereka yang mandul adalah orang tua yang tidak mendapatkan manfaat dari anak-anak mereka.

Maksud dari kata manfaat ialah pahala sebagaimana yang ada dalam hadis sebelumnya. Ibnul Jauziy rahimahullah mengatakan,

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menunjukkan bahwa yang dinilai adalah makna (hakiki) bukan hanya makna (yang tampak). Karena makna yang mereka terbiasa pahami bahwasanya orang yang mandul adalah orang yang tidak punya anak. Maka Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam menjelaskan kepada mereka bahwa orang yang mandul (secara hakiki) adalah orang tidak punya pahala dari anak-anaknya ketika di akhirat nanti.”

Memiliki anak merupakan amanah dari Allah subhanahu wa ta’ala. Ia dapat mendatangkan berkah dan ridha Allah dan juga sebaliknya. Semoga Allah selalu membimbing kita dalam segala urusan, terutama dalam mendidik anak-anak kita.

Artikel Terkait