Memaknai Gusti Mboten Sare Dalam Budaya Jawa

 Memaknai Gusti Mboten Sare Dalam Budaya Jawa

Kitapastibisa.id – Memaknai Gusti Mboten Sare Dalam Budaya Jawa – Egindo

Memaknai Gusti Mboten Sare Dalam Budaya Jawa – Gusti mboten sare merupakan kalimat dalam bahasa Jawa yang memiliki arti bahwa Tuhan tidak mungkin tidur. Tulisan Gusti Allah Mboten Sare, atau Gusti Mboten Sare mungkin kerap kali kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

Filosofi sederhana yang telah ada sejak zaman dahulu ini, ternyata memiliki efek yang luar biasa. Sebab filofosi ini bukanlah kata-kata kosong tanpa makna. Secara mendalam hal ini menggambarkan keyakinan akan adanya kekuatan dan kekuasaan jauh di atas kekuatan dan kekuasaan mereka. Bukan hanya pengakuan akan keterbatasan diri dan kepercayaan akan kemahakuasaan Tuhan. Namun juga dipakai untuk menanamkan kesabaran, optimisme, dan meredam emosi serta keputusasaan.

Masyarakat Jawa kerap menjadikan kalimat ini sebagai pegangan hidup untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan juga, bahwa semua sudah dicatat dan diperhitungkan oleh Tuhan. Bahwa Tuhan tidak pernah tidur, karena semua momen yang kita alami bagi Tuhan berlaku sekejap, sesaat, sudah dimulai dan pun sudah berakhir.

Baca Juga  Bocah Rambut Gimbal, Khas Dataran Tinggi Dieng

Baca Juga: Makna Dari Falsafah Pendidikan Indonesia

Filosofi Hidup Masyarakat Jawa

Kalimat ini menjadi semacam filosofi hidup bagi masyarakat Jawa. Yang menjadi simbol optimisme, keyakinan sekaligus kepasrahan. Misalnya saat orang yang sudah berusaha keras semaksimal mungkin. Namun masih belum bisa mencapai target yang diharapkannya. Maka orang-orang sekitar akan memberi semangat dengan mengucapkan ”gusti Allah ora turu, pasti melihat segala usahamu, dan tak akan pernah ada usaha yang sia-sia”.

Kalimat ini juga secara tersirat mengandung makna untuk tetap semangat, tidak mengeluh. Sebab Tuhan pasti akan membalas kerja kerasnya. Keyakinan ini juga mengandung makna bahwa sesungguhnya Tuhan senantiasa memperhatikan, menjaga dan mengasihi umat-Nya. Ketika penderitaan dialami, situasi hidup menekan berat, fitnah dan kejahatan dialami, percayakan hidup pada Tuhan. Karena Tuhan selalu memperhatikan dan akan memberi pertolongan tepat pada waktunya.

Selain itu, Kalimat Gusti Allah tak pernah tidur ini juga menjadi simbol menerima tanpa dendam jika ada orang menyakiti kita. Dan selalu bersyukur atas apapun yang diterima. Karena pada saatnya Tuhan akan memberikan hikmah yang lain dari setiap keadaan.

Baca Juga  Kesenian Lokal Tari Lengger Asal Banyumas

Artikel Terkait