Melihat Kepribadian Muslim dari Cara Ia Berbicara

 Melihat Kepribadian Muslim dari Cara Ia Berbicara

Kitapatibisa.id – Melihat Kepribadian Muslim dari Cara Ia Berbicara – Mizan

Melihat Kepribadian Muslim dari Cara Ia Berbicara – “Setiap kita membuka mulut kita, berbicara, sebenarnya kita sedang memperlihatkan kepribadian kita yang sebenarnya,” tulis Christian Jarrett di BBC Future.

Mulutmu adalah harimaumu. Ucapan bisa saja membawa kita kepada hal baik, atau bahkan sebaliknya. Ucapan juga memperlihatkan bagaimana diri kita di hadapan orang lain. Christian Jarrett dalam artikelnya mengupas bagaimana ucapan dapat menggambarkan kepribadian seseorang.

Tak hanya perihal ekstrovert dan introvert. Dalam Islam, kepribadian orang dapat terlihat dalam ucapannya. Apakah yang diucapkan sebuah kejujuran atau sebaliknya. Atau, ucapan itu berupa kebaikan atau justru aib orang lain. Al Fudhail bin ‘Iyadh dalam Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam mengatakan,

“Seorang mukmin itu biasa menutupi aib saudaranya dan menasehatinya. Sedangkan orang fajir (pelaku dosa) biasa membuka aib dan menjelek-jelekkan saudaranya.”

Lantas, seperti apa menilai kepribadian seorang muslim dari ucapannya?

Baca Juga: Tiga Cara Untuk Menghindari Dosa Zina

Membantu dan Mencelakai Orang Melalui Lisan

Menilai seseorang melalui ucapannya bukan hal yang mudah. Terlebih, jika ucapan itu berupa kebohongan. Namun, terdapat ciri-ciri lain yang dapat dilihat dari ucapan seseorang selain kejujuran mereka.

Baca Juga  Subak Tradisi Irigasi Khas Masyarakat Bali

Sebagaimana Imam Fudhail bin ‘Iyadh mengatakan, seorang muslim yang baik ialah yang mampu menutupi aib saudaranya serta menasehatinya. Dengan demikian, terdapat dua ciri seorang mukmin yang baik dilihat dari ucapannya, yakni: nasehat dan menutupi aib.

Perihal nasehat, Al Khottobi rahimahullah berkata,

“Nasehat adalah kalimat ungkapan yang bermakna memberikan kebaikan kepada yang dinasehati”

Nasehat merupakan hadiah yang begitu mulia dari seorang kawan. Mengapa? Imam Nawawi mengatakan bahwa di dalam sebuah nasehat terdapat tiket keselamatan seorang saudara dari perbuatan maksiat. Dari nasehat tersebut, boleh jadi seseorang tidak jadi melakukan perkara buruk lantaran nasehat yang diberikan.

Begitu juga dengan menutupi aib merupakan bentuk kasih sayang terhadap saudara sesama muslim. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa melepaskan kesusahan seorang muslim dari kesusahan dunia, Allah akan melepaskan kesusahannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan orang yang susah, Allah akan mudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi aib seorang, Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya selama ia menolong saudaranya.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 2699]

Baca Juga  Menurut Islam Tidur Siang Itu Baik

Kita mendapati begitu banyak muslim yang gemar membicarakan keburukan orang lain tanpa memberikan nasehat kepadanya. Hal ini menjadi peringatan bagi kita untuk menjauhi perkara tersebut. Semoga Allah melindungi kita dari perbuatan buruk.

Artikel Terkait