Mbah Lindu Membuat Gudeg di Usia Senja

 Mbah Lindu Membuat Gudeg di Usia Senja

Kitapastibisa.id – Mbah Lindu Membuat Gudeg di Usia Senja – Dream

Mbah Lindu Membuat Gudeg di Usia Senja – Gudeg merupakan makanan khas Provinsi Yogyakarta dan Jawa Tengah yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan. Dalam perkembangannya, masyarakat mengenal gudeg terkenal berasal dari Yogyakarta sehingga membuat kota ini dikenal dengan nama Kota Gudeg. Sejarah gudeg di Yogyakarta dimulai bersamaan dengan dibangunnya kerajaan Mataram Islam di alas Mentaok yang ada di daerah Kotagede pada sekitar tahun 1500-an.

Perlu waktu berjam-jam untuk membuat masakan ini. Warna coklat biasanya dihasilkan oleh daun jati yang dimasak bersamaan. Gudeg dimakan dengan nasi dan disajikan dengan kuah santan kental (areh), ayam kampung, telur, tempe, tahu dan sambal goreng krecek. Gudeg sejatinya bukan berasal dari kerajaan tapi berasal dari masyarakat. Dikarenakan proses memasaknya yang lama, pada abad 19 belum banyak yang berjualan gudeg. Gudeg mulai populer dan banyak diperdagangkan pada tahun 1940-an saat Presiden Sukarno membangun Universitas Gadjah Mada (UGM) hingga sekarang.

Di kota asalnya, Jogja, Gudeg memiliki sebuah kisah menarik melalui Mbah Lindu yang masih bisa kita temui hingga saat ini. Bahkan, Gudeg Mbah Lindu ini masuk dalam sebuah serial Netflix “Street Food” lho.

Baca Juga  Ratna Somantri dan Kecintaannya Pada Dunia Teh

Baca Juga: Membenci Diri Sendiri? Bisa Jadi Anda Self-Hatred

Penjual gudeg paling tua di Jogja

Mbah Lindu Membuat Gudeg di Usia Senja
Kitapastibisa.id – Mbah Lindu Membuat Gudeg di Usia Senja – Bobobox

Dikenal sebagai penjual gudeg paling tua di Jogja, Mbah Lindu sudah berjualan sejak zaman penjajahan dulu. Nenek yang bernama asli Setya Utomo ini mulai berjualan sejak usianya masih 13 tahun. Saat penjajahan, jelas Indonesia belum merdeka, Belanda dan Jepang tentunya masih menjarah dengan membabi buta. Tak terbayang kan, bagaimana susahnya waktu itu, Ia bertahan melewati berbagai zaman hingga ia masih berjualan sampai saat ini.

Resep yang diracik pun tidak mengalami perubahan, ia masih tetap mempertahankan resepnya hingga saat ini. Bahkan Mbah Lindu tetap turun tangan langsung untuk meracik gudeg andalannya tersebut dan dibantu oleh keluarganya. Mbah Lindu menjadi penjual Gudeg yang paling tua, di mana saat ini usianya sudah nyaris satu abad, yakni 97 tahun.

Beliau bahkan sempat menggunakan mata uang benggol dan sen. Di zaman itu, satu sen cukup untuk membeli empat hingga lima bungkus nasi gudeg. Kalau sekarang, kamu bisa beli kuliner khas Jogja ini dengan harga sekitar Rp15.000 hingga Rp20.000. Murah dan kamu akan merasakan sedang ada Jogja tempo dulu. Memang, Mbah Lindu sengaja tidak mengubah resep dan meracik bumbu-bumbu dengan tangannya sendiri selama puluhan tahun.

Baca Juga  Perempuan di Balik Nama Mobil Mercedez

Artikel Terkait