Makna Dari Falsafah Pendidikan Indonesia

 Makna Dari Falsafah Pendidikan Indonesia

Kitapastibisa.id – Makna Dari Falsafah Pendidikan Indonesia – Duniadosen

Makna Dari Falsafah Pendidikan Indonesia – Ki Hadjar Dewantara merupakan tokoh pendidikan Indonesia yang ikut mencetuskan semboyan Pendidikan Indonesia yang masih dipakai sampai sekarang oleh Kementrian Pendidikan Indonesia. Semoyan tersebut adalah tut wuri handayani yang artinya di belakang memberi dorongan. Semboyan ini sebenarnya memiliki bentuk lengkap ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri Handayani yang memiliki arti yaitu “di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan”.

Tiga bagian semboyan ini menunjukkan suatu garis. Yang mana orang di depan artinya orang yang menjadi panutan cita-citanya. Kemudian orang di tengah adalah siswa yang sedang mengenyam pendidikan. Sedangkan yang di belakang artinya orang yang berperan bagi pendidikan mereka

Baca Juga: Denny Sumargo Resmi Menikahi Kekasihnya Olivia Allan

Semboyan Pendidikan Indonesia

Makna Dari Falsafah Pendidikan Indonesia
Kitapastibisa.id – Makna Dari Falsafah Pendidikan Indonesia – Kemdikbud

Di Depan Memberi Contoh (ing ngarsa sung tuladha) 

Bagian pertama dari semboyan ini memiliki makna bahwa setiap anak memiliki cita-cita. Mereka ingin mewujudkan cita cita tersebut karena melihat seorang tokoh. Ki Hajar Dewantara berpesan kepada orang orang agar menjadi panutan dan memberi contoh yang baik anak-anak. Maka dari itu, jangan sampai ada guru yang seharusnya mampu dicontoh justru melakukan tindakan yang tidak baik atau melakukan hal tidak terpuji.

Baca Juga  Kampanye Cegah Pandemi lewat Batik Motif Covid-19

Ditengah Memberi Semangat (ing madya mangun karsa)

Bagian tengah  ini mengacu pada diri siswa itu sendiri. Ki Hajar Dewantara ingin menekankan bahwa siswa itu sendiri harus saling mendukung. Seorang siswa pastilah memiliki sosok yang dekat dengan mereka, diantaranya guru dan teman-temannya. Selanjutnya yang berperan memberi semangat adalah diri mereka sendiri. Semangat terbesar untuk mendapat pendidikan harus berasal dari siswa itu sendiri. Siswa yang termotivasi akan berusaha belajar dan memperluas wawasan semaksimal mungkin. Sebab motivasi terbesar seseorang berasal dari diri mereka sendiri

Di Belakang Memberi Dorongan (tut wuri Handayani)

Pesan ini ditujukan bagi mereka yang berperan penting dalam kemajuan siswa. Untuk terwujudnya pendidikan yang baik dalam aspek kognitif maupun emosional, dukungan terbesar diberikan oleh orang tua. Sebab orang tua adalah sosok yang berperan dalam pembiayaan pendidikan formal anak dan mengajari anak. Selain itu tokoh yang berperan memberi dorongan adalah guru. Guru yang hebat menghasilkan murid yang hebat, tapi guru yang luar biasa menghasilkan murid yang pantang menyerah, karena guru yang luar biasa tidak akan menyerah pada kondisi muridnya.

Baca Juga  Mengidap Kista, Shireen Sungkar Periksa Kandungannya

Artikel Terkait