Mahkota bagi Leidy Putri Papua

 Mahkota bagi Leidy Putri Papua

Mahkota bagi Putri Papua

Mahkota bagi Leidy Putri Papua – Perempuan Indonesia sudah selayaknya terwakilkan oleh sebuah sosok atau gambaran yang mandiri, cerdas, produktif, dan kreatif. Tidak hanya terbatas pada kebiasaan budaya yang menyudutkan satu pihak, Leidy Herlin Rumbiak seorang putri Papua bertekad untuk menunjukkan pada Indonesia bahwa orang asli Papua juga bisa berprestasi. Melalui program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik), gadis kelahiran Jayapura tersebut berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi favoritnya, yaitu Universitas Airlangga Surabaya.

Leidy tak hanya berfokus pada pendidikannya saja, tetapi juga selalu menjaga keseimbangan hidupnya dengan mengisi waktu di luar hal-hal akademik. Tahun 2017, ia dinobatkan sebagai Putri Papua Barat. Sebuah kebanggaan bagi Leidy tentunya menjadi wakil dari tanah Papua. Ia bisa memanfaatkan peran tersebut untuk membawa nama, budaya, cerita, kesenian, dan nilai- nilai mengenai Papua lebih banyak lagi di kancah nasional.

Baca Juga: Mendaki Gunung di Usia 50 Tahun

Prestasi Putri Papua yang Menggunung

Sejak masih menduduki bangku Sekolah Menengah Atas di Manokwari, mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi tersebut sudah menunjukkan sederet prestasi akademik. Antara lain mengikuti Olimpiade Sains tingkat Kabupaten untuk mata pelajaran Biologi dan berhasil lolos hingga Olimpiade Sains tingkat Provinsi. Dia juga mengikuti olimpiade Fisika pada World Physics Olympiad (WOPHO). Leidy juga aktif mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), kegiatan pramuka internasional Scout Peace Camp 2013, hingga bertugas menjadi pembawa bendera pusaka pada Paskibraka Provinsi Papua Barat pada tahun 2013.

Baca Juga  Septinus George Saa, Seorang Habibie dari Tanah Papua

Pengalaman tersebut membawanya untuk terus mau mencoba hal baru. Ia meyakini bahwa segala bentuk usaha yang dilakukan  sungguh-sungguh akan membawanya pada tujuan. Proses untuk menuju ke sana adalah sebuah perjalanan yang penuh dengan tantangan.

Sulitnya akses pendidikan di tanah Papua tentu menjadi hal yang harus diperhatikan. Namun hal itu pula yang justru akan terus memicu putera putri terbaik Papua untuk menemukan jalan dan perjalanannya sendiri agar bisa menginspirasi anak-anak lainnya. Papua bisa dibangun Bersama dan mengandalkan generasi mudanya yang mulai bermunculan dengan prestasi luar biasa. Hanya masalah waktu sampai Papua mampu berjaya dan dibangun oleh para pemuda-pemudinya.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *