Lagu Terbaru Demi Lovato Disebut Menyinggung Donald Trump

 Lagu Terbaru Demi Lovato Disebut Menyinggung Donald Trump

Kitapastibisa.id – Lagu Terbaru Demi Lovato Disebut Menyinggung Donald Trump – Republika

Lagu Terbaru Demi Lovato Disebut Menyinggung Donald Trump – Demi Lovato kembali dengan karya terbarunya yang berjudul Commander in Chief. Kabarnya lagu ini sengaja diciptakan untuk menyinggung presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dalam lirik lagunya, Lovato menyerukan tindakan Trump yang tidak masuk akal dan telah menyebabkan negara Paman Sam itu begitu menderita.

Lovato juga mengatakan tidak ingin memicu perpecahan lewat liriknya. Namun Ia berharap bisa mendorong para penggemarnya tetap terlibat dalam proses politik dan memberikan suara dalam pemilu tahun ini. Lovato sendiri sudah memutuskan menggunakan hak suaranya lewat media sosial untuk menyerukan ketidakadilan.

Sebelum Lovato penyanyi Taylor Swift telah lebih dulu mengambil sikap atas permasalahan hak asasi, walau kemudian sempat mendapat kecaman. Selain itu Swift juga menyatakan akan memilih Partai Demokrat, yakni Phil Predesen untuk Senat dan Jim Cooper untuk House of Representatives (DPR).

Kekesalan Swift bermula dari cuitan Trump yang mengancam akan menindak tegas, bahkan menembak para pengunjuk rasa Minnesota. Pihak twitter sendiri telah bereaksi atas unggahan Donald Trump yang melanggar kebijakan tentang kekerasan. Kicauan Trump lantas disembunyikan di balik pemberitahuan. Meski begitu pengguna masih dapat melihat dan me-retweet dengan komentar, tetapi pengguna tidak bisa menyukai atau berkomentar atas kicauan tersebut.

Baca Juga  Sepotong Cerita Kisah Hidup Dajjal

Baca Juga: Acara Malam Bainai Nikita Willy Sebelum Menikah

Segala Kontroversi Sang Penguasa, Donald Trump

Pada Mei 2017, Trump memecat Direktur Biro Penyelidik FBI James Comey, karena diduga meretas akun e-mail seorang partisan. Langkah Donald Trump untuk memecat Comey mengejutkan berbagai kalangan. Sejumlah kritik menuduh presiden berupaya untuk menghalangi penyelidikan FBI terhadap dugaan campur tangan Rusia dalam pemilu AS dan hubungan Moskow.

Letnan Jenderal Michael Flynn direkomendasikan oleh Trump untuk menjadi penasihat keamanan nasionalnya pada November 2016. Tetapi tak lama setelah itu Trump meminta Flynn untuk mengundurkan diri. Flynn dinyatakan berbohong kepada Wakil Presiden Mike Pence tentang pertemuannya dengan duta besar Rusia untuk Amerika Serikat.

Donald Trump kerap berbicara kontroversi melalui media sosial Twitter, salah satunya awal tahun 2018 lalu Pakistan terkena sasaran kicauan Twitter Donald Trump. Melansir dari Aljazeera, dalam tweetnya Trump menyebut AS bodoh karena membantu Pakistan yang melindungi teroris.

Amerika Serikat bodoh telah memberi Pakistan bantuan lebih dari US$ 33 miliar selama 15 tahun terakhir, dan mereka tidak memberi kami apa pun kecuali kebohongan dan penipuan, memikirkan para pemimpin kami sebagai orang bodoh. Mereka memberikan tempat yang aman bagi para teroris yang kita buru di Afghanistan, dengan sedikit bantuan. Tidak lebih!” kicau Trump.

Baca Juga  Tips Untuk  Menjaga Kesejukan Rumah

Artikel Terkait