Kusbini, Seniman Keroncong Pencipta Lagu “Bagimu Negeri”

 Kusbini, Seniman Keroncong Pencipta Lagu “Bagimu Negeri”

kitapastibisa.id – Kusbini, Seniman Keroncong Pencipta Lagu “Bagimu Negeri” – tirto.ID

Kusbini, Seniman Keroncong Pencipta Lagu “Bagimu Negeri” – Kusbini adalah seorang seniman kelahiran 1 Januari 1910 dari desa Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Kusbini adalah seorang seniman musik yang beraliran keroncong, hal tersebut menjadi awal karirnya yang ia mulai bersama Jong Indisce Stryken Tokkel Orkest (JITSO) yakni salah satu komunitas musik keroncong di Surabaya. Namun, Kusbini pun menambah pengetahuannya tentang musik. Hal itu dilakukannya dengan mengikuti pendidikan musik Apollo di Malang. Kusbini pun mendapat julukan sebagai Buaya Keroncong dari teman-temannya karena selalu tampil sebagai penyanyi keroncong.

Baca Juga: Mengenal Damar, Dalang Cilik dari Kebumen

Asal ide Lagu Bagimu Negeri

Kusbini menciptakan lagu Bagimu Negeri pada tahun 1942 ketika Kusbini bertemu dengan Bung Karno (Ir. Soekarno). Pada pertemuan tersebut Bung Karno menanyakan perihal ide untuk menciptakan sebuah lagu yang dapat membangkitkan semanagat juang yang diafirmasi oleh Kusbini. Lagu Bagimu Negeri ditetapkan sebagai lagu nasional pada tahun 1960. Kusbini tidak hanya menciptakan lagu Bagimu Negeri. Namun juga beberapa lagu bertemakan kebangsaan lainnya yakni Cinta Tanah Air, Merdeka, Pembangunan dan Salam Merdeka.

Aliran musik keroncong merupakan langkah awal Kusbini dalam duni seni, oleh sebab itu Kusbini banyak pula menciptakan lagu keroncong. Contoh lagu-lagu keroncong karya Kusbini yakni Keroncong Purbakala, Pamulatsih, Bintang Seja Kala, Keroncong Sarinande, Keroncong Moresko, Dwi Tunggal dan Ngumandang Kenang.

Tidak hanya sekadar menciptakan lagu keroncong, namun Kusbini turut aktif dalam menyanyi dan bermain musik bersama Annie Landouw, S. Abdullah dan bersama Gesang Mastohartono. Kiprahnya dalam musik keroncong membuat Kusbini masuk dalam deretan musisi keroncong Indonesia era 1930 hingga 1955 yang mana pada masa itu pula hidup legenda keroncong Indonesia, yakni Gesang yang menciptakan lagu legendaris Bengawan Solo.

Pada masa penjajahan Jepang, Kusbini sempat bekerja di radio militer beranama Hoso Kanri Kyou yang artinya Pusat Jawatan Radio yang kini telah berubah nama menjadi Radio Republik Indonesia. Pada masa itulah, Kusbini banyak bertemu dengan sesama pencipta lagu, salah satunya Islmail Marzuki dan C. Simanjutak. Kiprah Kusbini dalam dunia musik tidak berhenti pada menciptakan lagu dan menyanyikannya. Namun Kusbini juga turut andil dalam dunia pendidikan musik.

Salah satu langkahnya yakni mendirikan Sekolah Olah Seni Indonesia (SOSI), juga menjadi salah satu pendiri dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Akhirnya, Kusbini wafat pada 28 februari 1991 di Pengok Yogyakarta. Nama Kusbini kini diabadikan menjadi nama salah satu jalan di Yogyakarta yakni Jalan Kusbini.

Baca Juga  Kisah Perjalanan Perusahaan Teh Tertua Indonesia, Sariwangi

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *