Kunci Hidup Sehat dalam Agama Islam

 Kunci Hidup Sehat dalam Agama Islam

Kitapastibisa.id – Kunci Hidup Sehat dalam Agama Islam – Republika

Kunci Hidup Sehat dalam Agama Islam – Tak perlu dipungkiri bahwa menjaga kesehatan adalah hal yang wajib. Tak melulu soal anjuran agama Islam, agama lain pun turut menganjurkan umatnya untuk hidup sehat. Terlebih, kondisi saat ini yang sedang pelik.

Pandemi corona yang menyerang Indonesia sejak awal tahun 2020 seakan menampar wajah masyarakat. Tamparan tersebut keras terhadap kenyataan bahwa hidup bersih dan hidup sehat harus lebih diperhatikan lagi dalam kehidupan sehari-hari.

Berbagai cara dilakukan untuk menjaga kesehatan. Mulai dari olahraga rutin, mengonsumsi vitamin, menjaga kebersihan tempat tinggal, hingga makan-makanan yang sehat. Dalam ajaran agama Islam, Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengajarkan salah satu kunci untuk menjaga kesehatan.

Dari kitab Jamiul Ulum wal Hikam Ibnu Rajab, Al-Miqdam bin Ma’dikarib radhiyallahu ‘anhu berkata Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak ada tempat yang lebih jelek daripada memenuhi perut keturunan Adam. Cukup keturunan Adam mengonsumsi yang dapat menegakkan tulangnya. Kalau memang menjadi suatu keharusan untuk diisi, maka sepertiga untuk makannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk nafasnya.” (HR. Imam Ahmad, Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan) [HR. Ahmad, 4:132; Tirmidzi, no. 2380; Ibnu Majah, no. 3349. Syaikh Syuaib Al-Arnauth mengatakan bahwa perawi hadits ini tsiqqah, terpercaya].

Baca Juga  Etnomusikolog Menambah Warna Pada Kreatifitas Suara

Baca Juga: Tafsir Perasaan Was-was dalam Surat An-Nas

Keutamaan Hadis Tersebut

Dalam kitab Jaami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, hadis tersebut menjadi rujukan untuk hidup sehat. Hadis tersebut menyampaikan bahwa manusia hendak menjaga makanannya mulai dari makan yang perlu saja. Selain itu, dalam hadis tersebut juga tidak membenarkan untuk makan berlebihan.

Ibnu Rajab rahimahullah berkenaan dengan hadis tersebut berkata bahwa sedikit makan itu lebih baik dari pada banyak makan. Menurutnya, hal itu membuat tubuh lebih sehat. Bukan serta merta makan sedikit, namun maksudnya adalah makan yang secukupnya.

Ia melanjutkan bahwa makan secukupnya baik bagi tubuh, antara lain untuk hati. Ibnu Rajab menyebutkan bahwa hati akan lebih lembut dan mantap, sehingga jiwa tenang dan nafsu dapat terkontrol.

Imam Syafii rahimahullah pun menyampaikan pendapatnya terkait hadis tersebut. Banyak makan membuat manusia sulit bergerak atau malas.

Artikel Terkait