Kuda Sumbawa, Warisan Alam Tanah Marapu

 Kuda Sumbawa, Warisan Alam Tanah Marapu

Kitapastibisa.id – Kuda Sumbawa, Warisan Alam Tanah Marapu -Mongabay

Kuda Sumbawa adalah fauna primadona kota NTB yang memiliki postur tubuh gagah dan dapat menghasilkan susu yang kaya akan khasiat jika dikonsumsi oleh manusia. Masyarakat disana juga memanfaatkan dagingnya untuk dikonsumsi. Bahkan kuda di Tanah Marapu ikut pula dalam perhelatan ritual tahunan masyarakat Sumba,yang sudah terkenal ke Mancanegara, yaitu Pasola.

Selain itu kuda Sumba mempunyai endurance atau ketahanan tubuh yang sangat baik. Tak heran jika masyarakat setempat memanfaatkan satwa ini sebagai kuda pacu. Pacuan kuda sendiri memang sudah lama menjadi hobi dan kesenangan masyarakat Sumba sejak jaman dahulu kala. Walaupun sebetulnya ini melenceng dari fungsinya sebagai alat angkut dan transportasi.

Diketahui karena kualitasnya menjadikan harga kuda sumbawa ini relatif mahal, meski tidak semahal kuda dari luar negeri. Di pasaran ekspor, kuda asli Indonesia ini dipasarkan dengan harga sekitar Rp35.000.000 sampai Rp50.000.000 per ekor. Sementara, jika Anda mau memelihara anakan kuda Sumbawa, di situs jual beli online dijual dengan harga sekitar Rp4 jutaan per ekor.

Baca Juga  Siri Na Pacce Falsafah Hidup Dalam Budaya Sulawesi Selatan

Baca Juga: Menikmati Kopi dalam Bus Sambil Keliling Kota Solo

Menikmati Keindahan Tersembunyi di Alam Sumbawa

Melestarikan Warisan dari Alam Tanah Marapu, Kuda Sumbawa
Kitapastibisa.id – Kuda Sumbawa, Warisan Alam Tanah Marapu – Twitter

Tidak hanya kuda liar, ternyata Sumbawa juga memiliki destinasi wisata yang tidak kalah menarik. Antaranya adalah keindahan dari ‘Air Terjun Mata Jitu’ yang berhasil menarik hati mendiang putri Inggris, Lady Diana.

Pemandangan asri lengkap dengan pepohonan hijau alami membuat ‘Air Terjun Mata Jitu’ menjadi primadona di Pulau Moyo. Air terjun yang telah menjadi bagian cagar alam Indonesia ini konon telah terbentuk jutaan tahun lalu. Perpaduan air terjun yang berwarna hijau tua dan muda seakan-akan menghipnotis Anda untuk menceburkan diri dan bermain air di dalam air terjun ini.

Sumbawa Besar punya ‘negeri di atas awan’, tepatnya di Desa Mantar, Kecamatan Poto Tano. Desa yang berada di ketinggian 600 mdpl ini menyajikan matahari terbit yang akan membuat hatimu bergetar. Saat terbang dari Mantar, kamu akan melintasi perbukitan yang hijau dan pantai yang menakjubkan. Tak heran jika Mantar pernah menjadi tuan rumah kompetisi olahraga paralayang tingkat internasional.

Baca Juga  Memayu Hayuning Bawana, Nilai Kehidupan Masyarakat Jawa

Jangan lewatkan juga Taman Wisata Liang Bukal yang berjarak sekitar 26 km dari pusat Kota Sumbawa Besar. Taman ini paling baik untuk dikunjungi pada musim hujan agar kolam alaminya sedang pasang. Tak jauh dari taman wisata, ada situs bersejarah yaitu situs megalitikum Ai Renung. Sarkofagus atau kuburan batu yang tersebar di beberapa lokasi ini cukup menimbulkan perasaan mencekam.

Menempuh perjalanan sekitar tiga jam dari Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin, ada sebuah pantai yang digemari wisatawan mancanegara. Disebut-sebut sebagai salah satu tempat selancar terbaik di Sumbawa, pada bulan Juni hingga Agustus hampir semua penginapan di sekitar pantai ini akan dipadati oleh surfer.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *