Kristen Stewart Bicara Tentang Orientasi Seksualnya

 Kristen Stewart Bicara Tentang Orientasi Seksualnya

Kitapastibisa.id – Kristen Stewart Bicara Tentang Orientasi Seksualnya – Hearstapps

Kristen Stewart Bicara Tentang Orientasi Seksualnya – Aktris kenamaan Hollywood, Kristen Stewart sejak 2015 berpacaran dengan seorang wanita. Mulai dari Alicia Cargile, Lynn Gvnn Soko, St. Vincent, Sara Dinkin, Stella Maxwell dan kini bersama Dylan Meyer. Ada banyak alasan ketika seseorang memilih menjadi penyuka sesama jenis. Seperti Stewart yang mengaku lebih nyaman dan menjadi saat ia menjadi seorang lesbian.

Selain itu Stewart merasa lebih bebas dan tak perlu takut dengan hal-hal lainnya sehingga ia merasa lebih bahagia. Namun ia lebih suka disebut queer daripada disebut lesbian. Queer merupakan orientasi seksual yang tertarik pada orang lain tanpa melihat gendernya.

Terkait hubungannya dengan lawan mainnya dalam film ‘Twilight Saga’ Robert Pattinson, Stewart mengaku jika ia pernah berpacaran selama 4 tahun. Jalinan asmara keduanya terjalin empat tahun sejak 2008 hingga 2012. Meski demikian Stewart menyebut hubungannya dengan Pattinson membuatnya harus menyembunyikan perasaan lain yang ia rasakan.

Sempat beredar kabar bahwa Stewart dan Pattinson berpacaran hanya untuk meningkatan popularitas film series mereka. Namun Kristen menyebutkan jika hubungannya dengan Robert Pattinson adalah nyata. Bahkan dalam sebuah wawancara ia mengaku sangat tergila-gila dengan Rob saat syuting New Moon pada tahun 2009 silam.

Baca Juga  Perbedaan Figur Publik, Sosialita, dan Influencer

Baca Juga: Ayu Ting Ting Dikabarkan akan Melepas Status Jandanya

Alasan Mengapa Seseorang Bisa Menjadi LGBT

LGBT adalah singkatan dari dari lesbian, gay, biseksual, dan transgender. Lesbian merupakan ketertarikan atau orientasi seksual perempuan yang menyukai sesama jenis. Ada banyak faktor yang menjadi pemicu atau penyebab LGBT. Para ahli percaya, kombinasi dari beberapa faktor membuat seseorang memiliki orientasi seksual dan ekspresi gender yang berbeda.

Sebagian besar ahli percaya, menjadi bagian dari LGBT, atau memiliki orientasi seksual seperti homoseksual dan biseksual, bukanlah pilihan pribadi. Bahkan faktanya, seseorang lebih mungkin untuk mengubah bentuk fisiknya, tanpa mampu mengubah dan memilih orientasi seksualnya.

Seperti orang-orang heteroseksual atau penyuka lawan jenis, ketertarikan terhadap sesama jenis pada individu homoseksual dan biseksual dalam LGBT sudah muncul sejak kecil. Begitu pula dengan transgender, sebagai keyakinan atas identitas gender yang berbeda dari jenis kelamin. Keyakinan semacam ini bahkan bisa muncul sebelum menginjak usia 5 tahun.

Menurut dr. Boyke dalam dunia kedokteran itu ada yang namanya skala 0-6 untuk mendefinisikan orientasi seseorang. Jika mereka berada di skala 0, mereka tergolong orang yang hetero, di skala 3 berarti mereka bisksual, sedangkan jika sudah berada di skala 6, itu berarti mereka homo.

Baca Juga  Amalan yang Pahalanya Setara Ibadah Haji

Mengenai alasan lain seseorang menjadi LGBT, dr. Boyke menyebut bahwa 70% berasal dari faktor lingkungan, 3-5% itu bawaan hormon, dan 30% akibat selama masa kandungan hingga masa pubertas.

Artikel Terkait