Komitmen Sang Sufyan ats-Tsauri, Pemimpin Ahli Hadis

 Komitmen Sang Sufyan ats-Tsauri, Pemimpin Ahli Hadis

Kitapastibisa.id – Komitmen Sang Sufyan ats-Tsauri, Pemimpin Ahli Hadis – UMMA

Komitmen Sang Sufyan ats-Tsauri, Pemimpin Ahli Hadis – Merupakan pemimpin dari para ulama hadis. Seorang ulama yang terkenal di zamannya, hingga diakui oleh para sahabat nabi. Imam al-Hafidh Abu Ahmad Abdullah bin ‘Adi al-Jurjan dalam kitab al-Kâmil fî Dlu’afâ’i al-Rijâl meriwayatkan bahwa Imam Ibnu ‘Uyainah mengatakan hal demikian. Ia berkata kepada Khalid bin Sa’id,

“Sungguh, (andai) kau datang ke Hijaz, Yaman, dan Syam, lalu duduk bersama banyak orang (ulama). Tidak, demi Allah, aku tidak melihat seorang pun yang lebih luas pemahamannya, dan lebih luas pengetahuannya tentang hadits daripada Sufyan bin Sa’id ats-Tsauri.”

Ia adalah Sufyan ats-Tsauri. Seorang ahli fiqih, mujtahid, sufi, dan tâbi’ al-tâbi’în yang dijuluki “amîr al-mu’minîn fî al-hadîts dari kalangan  tâbi’ al-tâbi’în. Imam Sufyan bin ‘Uyainah mengatakan,

“Ulama ada tiga: (1) Ibnu ‘Abbas di zamannya, (2) al-Sya’bi di zamannya, dan (3) ats-Tsauri di zamannya.”

Tak lekang oleh waktu, apa yang beliau ajarkan kepada muridnya masih memberikan manfaat hingga saat ini. Salah satunya adalah komitmennya dalam berdakwah. Lantas, apakah itu?

Baca Juga  Ibnu Al-Nadim, Perumus Karya Bibliografi Islam Terbesar

Baca Juga: Ibnu Al-Nadim, Perumus Karya Bibliografi Islam Terbesar

Menampik Komitmen Berdakwah pada Era Modern

Komitmen Sang Sufyan ats-Tsauri, Pemimpin Ahli Hadis
Kitapastibisa.id – Komitmen Sang Sufyan ats-Tsauri, Pemimpin Ahli Hadis – LTN NU Jabar

Dewasa ini, media informasi yang tengah berkembang secara masif membuat penetrasi informasi menjadi begitu mudah. Bayangkan, dalam hitungan menit, satu informasi dapat tersebar ke ratusan bahkan ribuan orang. Bukan hanya informasi umum, namun juga perkara hadis.

Tak jarang, hadis yang meluncur tidaklah valid. Bukan hanya saja isinya yang ngawur, sumbernya pun tak jelas. Siapa yang merancang dan untuk apa keperluannya tidak diketahui secara pasti. Kondisi ini diperparah oleh sebagian orang yang tidak mencari tahu kebenaran hadis tersebut sebelum membagikannya orang lain.

Menanggapi hal tersebut, mari tilik kembali etika seorang pemimpin ahli hadis dalam menyampaikan sebuah hadis. Sufyan ats-Tsauri dikenal dengan komitmennya yang begitu kuat dalam menjaga agama. Imam Fariduddin Attar dalam kitab adkirah al-Auliyâ’ menyampaikan,

Diriwayatkan bahwa Sufyan ats-Tsauri berkata: “Aku tidak meriwayatkan sebuah hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kecuali aku mengamalkannya (terlebih dahulu).”

Baca Juga  Sultan Baabullah, Pribumi Perkasa Pengusir Penjajah

Beliau kerap mengajarkan kepada muridnya agar mengamalkan hadis sebelum menyebarkannya kepada orang lain. Ia menyebutnya sebagai zakat hadis, yakni melaksanakan 2,5 hadis yang ia hapal setiap harinya. Ia merupakan sosok yang sangat hati-hati dalam berfatwa.

Dari beliau kita dapat belajar bahwa perihal menyampaikan sebuah informasi perlulah sebuah komitmen. Ia mengajarkan untuk berhati-hati dalam menyampaikan hadis dengan cara mengamalkannya terlebih dahulu. Hal ini menjadi penting lantaran sebuah hadis juga dinilai dari siapa yang menyamapaikannya.

Jikalau beliau melaksanakan hadis sebelum menyampaikan sempatkanlah untuk mencari tahu sumber hadis sebelum membagikannya. Meski belum mampu untuk melaksanakan zakat hadis, setidaknya kita berusaha untuk menjaga kebenaran dari hadis tersebut.

Artikel Terkait