Komang Sudiarta Penggagas Komunitas Malu Dong

 Komang Sudiarta Penggagas Komunitas Malu Dong

Kitapastibisa.id – Komang Sudiarta Penggagas Komunitas Malu Dong – mongabay

Komang Sudiarta Penggagas Komunitas Malu Dong – Komang Sudiarta, merupakan pria berusia 53 tahun asal Pulau Dewata. Pria yang akrab dengan sapaan Om Bemo ini merupakan pendiri Komunitas Malu Dong. Komang yang awalnya berprofesi sebagai pelayan kapal pesiar, memutuskan untuk kembali ke Bali pada 2005. Saat kembaliya ke Bali, Komang menemukan pemandangan tumpukan sampah plastik yang membuatnya miris.

Hal itulah yang mendorongnya untuk membuat perubahan nyata. Ia akhirnya mulai bergerak untuk membersihkan tumpukan sampah. Namun jika aksinya tak banyak berpengaruh, Komang akhirnya menggerakkan kampanye massal. Kepada berbagai kalangan dan latar belakang, mulai dari anak sekolah, guru, klub motor dan juga bintang rock.

Semua biaya berasal dari kantong pribadinya. Penghasilan dari bekerja pada sebuah agen tour Ia gunakan untuk membeli kantong sampah dan peralatan lainnya. Perjuangannya itu mulai mendapat banyak perhatian setelah Komang mendirikan Komunitas Malu Dong pada 22 April 2009.

Baca Juga: Kevin Aprilio Akhirnya Menikahi Kekasihnya Vicy Melanie

Perjuangan Komunitas Malu Dong

Komang Sudiarta Penggagas Komunitas Malu Dong
Kitapastibisa.id – Komang Sudiarta Penggagas Komunitas Malu Dong – mainmain.id

Komunitas Malu Dong berdiri pada 22 April 2009, bertepatan dengan hari bumi. Komunitas yang memiliki logo menarik berupa simbol wajah dengan ekspresi malu ini selalu melakukan gerakan positif. Dengan mengkampanyekan Bali yang lebih bersih. Sebagai ungkapan dan bentuk ekspresi ketika seseorang membuang sampah sembarangan.

Baca Juga  Yane Ansanay, Melahirkan Calon Peneliti Muda Asal Papua

Komang selalu membawa bendera dengan logo Malu Dong dalam mengkampanyekan aktifitasnya. Sayang, usahanya tidak selalu berjalan mulus, beberapa orang mencemooh bahkan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) justru pergi dan menghentikan dukungannya.

Lalu berkat konsistensinya, pada 23 April 2016 Komunitas Malu Dong secara resmi diluncurkan dan diperkenalkan kepada publik. Komang menyatakan bahwa saat ini anggota Komunitas Malu Dong hampir ada di setiap sekolah dan universitas sehingga terdapat 10.000 orang yang bergabung.

Semakin meluasnya anggota komunitas Malu Dong membuat Komang kini jadi bisa lebih fokus untuk memberikan edukasi kepada generasi muda. Dengan mengkampanyekan untuk selalu membuang sampah pada tempatnya. Komunitas Malu Dong menjadi bagian dari pelestarian lingkungan. Termasuk membantu mengubah perilaku orang-orang Bali.

Perjuangan Komang pun sudah berjalan selama lebih dari 15 tahun untuk membuat Bali tetap bersih. Meski begitu, perjuangan Komang masih belum berakhir. Ia berharap agar semua orang menjadi lebih sadar dan bertanggung jawab dengan sampah yang mereka hasilkan.

Komang pun kini sering bekerja sama dengan pemerintah. Memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih disiplin dalam membuang dan memilah sampah. Serta membantu mendorong masyarakat menjalankan hidup yang lebih bersih.

Baca Juga  Inovasi Mahasiswa ITS Raih International Gold Award

Artikel Terkait