Kisah Seorang Saleh yang Gemar Beli Miras

 Kisah Seorang Saleh yang Gemar Beli Miras

Kitapastibisa.id – Kisah Seorang Saleh yang Gemar Beli Miras – Hellosehat

Kisah Seorang Saleh yang Gemar Beli Miras – Terdapat sebuah kisah seorang laki-laki yang setiap malamnya pergi membeli miras dan pergi ke pelacuran. Masyarakat sekitarnya lantas mengacuhkannya serta menganggapnya orang yang fasik. Namun faktanya, sebelumnya ia adalah orang yang saleh. Apa yang terjadi padanya?

Kisah ini terjadi semasa kepemimpinan Sultan Murad II di Turki. Sultan Murad II merupakan sosok pemimpin yang taat beragama serta dekat dengan rakyatnya. Salah satu kebiasaanya adalah menyamar sebagai orang biasa dan turun ke kantong-kantong masyarakat. Tujuannya adalah mendengar keluh kesah warganya itu.

Suatu saat kala Sultan Murad II menyamar, ia berpapasan dengan seorang lelaki yang tengah membawa minuman keras. Lelaki itu terjatuh tepat di depannya dan meninggal dunia. Maka Sultan pun bingung dengan kejadian tersebut. Ia melihat tidak ada orang yang mau mendekati atau mengurus lelaki itu.

“Ia adalah lelaki yang gemar membeli minuman keras, tuan. Selain itu, setiap malam ia pergi ke tempat pelacuran. Tidak ada yang mau mengurus jenazahnya,” ujar salah seorang warga.

Baca Juga  Penyebab Seseorang Memiliki Otak Mesum?

Syahdan, Sultan Murad II membawa jenazah lelaki itu ke tempat lelaki itu tinggal. Dan ia menjumpai istri dari laki-laki itu. Istrinya menangis sejadinya melihat suaminya meninggal dengan membawa sejumlah botol miras. Selanjutnya setelah kondisi tenang, Sultan Murad II bertanya kepada istri laki-laki tadi.

“Kami melihat orang-orang tidak mau mengurus jenazah suamimu. Bahkan mendekatinya pun enggan. Mereka berkata bahwa suami Anda kerap beli minuman keras dan pergi ke pelacuran. Apakah benar?” tanya Sultan Murad II.

“Benar, tuan. Namun, suami saya adalah orang yang saleh,” jawab perempuan itu.

Maka Sultan Murad II pun kebingungan mendengarnya.

Baca Juga: Mudah Bosan Termasuk Akhlak yang Buruk

Hikmah Kisah Seorang Pria Saleh Pembeli Minuman Keras

Jawaban istri dari laki-laki yang gemar membeli miras membuat sang Sultan kebingungan. Kemudian, perempuan itu lanjut berbicara.

“Setiap malam suamiku pergi ke penjual minuman keras untuk membelinya dan membawanya pulang. Tapi, ia tidak meminumnya. Ia malah membuang seluruh minuman kerasnya seraya berkata ‘Alhamdulillah, malam ini anak-anak muda tidak jadi minum minuman keras karena sudah habis dibeli,” tutur sang istri.

Baca Juga  Shakuntala Devi Jenius Angka Mengalahkan Komputer

“Selain itu, ia kerap pergi ke tempat pelacuran dan mendatangi penjaga rumah. Ia membayar pria itu sebanyak jumlah perempuan yang tersedia agar kepenuhan mereka terpenuhi. Itu ia lakukan agar orang-orang tidak berzina,” imbuh perempuan itu.

Sambil kembali terisak, perempuan itu teringat titah suaminya soal kematiannya.

“Aku pernah berkata padanya bahwa jika dia terus melakukan hal itu, orang-orang akan mengecapmu sebagai fasik. Saat kau meninggal tidak akan ada orang yang mau mengunjungimu atau mengurusmu. Tapi ia malah menjawab ‘Tidak, demi Allah, aku berdoa semoga Allah membuat jasadku diurus sultan Turki dan para penasihatnya serta seluruh alim ulama Kesultanan,'” papar perempuan itu.

Mendengar kisah itu, Sultan menintikkan air mata. Ia pun memerintahkan penasihat serta ulama turki untuk mengurus jenazah pria itu. Demikianlah kisah Sultan Murad II dan warganya yang saleh. Kisah itu mengajarkan bahwa kita tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh orang lain. Sehingga, jangan pernah berpikiran buruk kepada orang lain.

Artikel Terkait