Kisah Perjalanan Perusahaan Teh Tertua Indonesia, Sariwangi

 Kisah Perjalanan Perusahaan Teh Tertua Indonesia, Sariwangi

Kitapastibisa.id – Kisah Perjalanan Perusahaan Teh Tertua Indonesia, Sariwangi – Kanal

Kisah Perjalanan Perusahaan Teh Tertua Indonesia, Sariwangi – “Pada intinya ada dua: PT Sariwangi tidak pernah membayar cicilan. Sementara satu lagi PT Indorub sudah telat 1 tahun lebih tidak bayar. Ini kan ada cicilan bunga yang mereka tidak bayar,” terang Kuasa hukum ICBC, Swandy Halim, mengutip dari detikFinance, Rabu (17/10/2018).

Kala itu, tahun 2018, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat memutus bahwa salah satu perusahaan teh tertua Indonesia itu pailit. Perusahaan yang berdiri sejak 1973 itu sampai pada akhir perjalanannya di tahun 2018.

Teh sariwangi, sebagai pelopor teh celup telah memberikan warna pada khazanah minuman Indonesia. Layaknya sosro yang memberikan warna baru pada meminum teh melalui botol, sariwangi pun demikian. Siapa yang tak kenal teh celup ala sariwangi?

Meski pailit, penjualan teh sariwangi tak begitu saja pupus. Unilever sempat menjadi rekanan PT Sariwangi Agricultural Estate Agency (SAEA) sebelum sariwangi pailit. Ini yang kemudian menjadi jembatan untuk memproduksi teh sariwangi hingga saat ini. Sederhananya, teh sariwangi yang masih beredar merupakan produk Unilever.

“Unilever sebagai pemilik brand ingin menyampaikan: Unilever tetap memproduksi Sariwangi, sehingga masyarakat Indonesia tetap bisa menikmati teh Sariwangi,” mengutip dari detikfinance.

Baca Juga  Tips Menjaga Hati di Tengah Pergaulan Masa Kini

Tentunya, perjalanan perusahaan teh itu merupakan perjalanan yang cukup panjang. Sekitar 45 tahun sariwangi menemani masyarakat Indonesia. Menyeduh teh pagi atau sore hari dengan rasa yang khas: wangi dan sedap

Lantas, bagaimana perjalanan teh sariwangi sejak ia berdiri?

Baca Juga: Kisruh Masalah Sule dan Teddy Makin Memanas

Kisah Johan Alexander Supit: Pelopor Teh Celup London di Indonesia

Johan Alexander Supit adalah dalang dari PT Sariwangi Agricultural Estate Agency. Ia adalah anak asli suku minahasa yang lahir di Tondano, Sulawesi Utara. Sebagai keturunan minahasa, keluarganya merupakan orang-orang yang sadar akan pentingnya pendidikan.

Pria kelahiran 5 September 1932 ini menempuh pendidikan sekolah dengan baik. Hogere Burger School (HBS), sekolah elite Belanda zaman kolonial, merupakan sekolah dari Johan Alexander Supit. Namun, tak lama ia bersekolah di sana lantaran saat itu Jakarta sedang kacau.

Akhirnya, pria yang akrab dengan panggilan Johan ini pindah ke Bandung dan melanjutkan sekolah. Dari sana pula ia menempuh pendidikan tinggi dengan mengambil jurusan ekonomi pada Universitas Krisnadwipayana. Kala itu, perjalanan ‘teh’ Alexander Supit bermula.

Kondisi keuangan Johan yang sulit membuatnya putus sekolah. Alhasil, ia mulai mendekati teh dan bergerak sebagai penilai teh. Kemampuannya ini berasal dari perkebunan teh Francis Peek & Co., tempat Johan pernah bekerja.

Baca Juga  Tingkatkan Daya Tahan Tubuh dengan Hal Berikut

Saking baik kemampuannya, ia kerap menempuh pendidikan untuk mengetahui seluk beluk teh. Bahkan, ia sempat pergi ke London untuk meraih ilmu tersebut. Johan mulai sadar, bahwa ia jatuh cinta dengan teh.

“Saya telah jatuh cinta pada romantisme perkebunan teh, lanskapnya cantik luar biasa,” kata Johan mengutip dari tirto.

Dari perjalanannya ke London, ia memperkenalkan teh celup kepada Indonesia. Pada tahun 1962, Johan membangun perusahaannya, yakni Sariwangi. Mulanya, Johan mengekspor teh Indonesia dari petani teh Indonesia. Meski demikian, tahun itu adalah tahun yang sulit bagi pebisnis.

Johan sendiri harus memindahkan perusahaannya lantaran Jakarta sering banjir. Pada tahun 1970, Johan menemukan titik baliknya. Saat ia berada di Inggris, ia menemukan mesin pencetak kantong teh yang terbengkalai. Tanpa pikir panjang, Johan membayarkan 1.200 poundsterling untuk membeli alat itu.

Ia pun membawanya ke Indonesia untuk menjadi senjatanya dalam memproduksi teh celup. Pasalnya, Indonesia belum punya teh celup.

Lahirnya Legenda Teh Indonesia, Awal Mula Teh Celup Indonesia

Johan meminta rekannya, Dr Zakir, seorang lulusan kampus teknik di Belanda, untuk membuat mesin pencetak kantong teh. Akhirnya, tahun 2972, mesin karya Dr Zakir tercipta. Ini menjadi titik awal Johan dalam mempromosikan mahakaryanya: teh. Namun saat itu, nama teh itu masih teh kantong.

Baca Juga  Menghilangkan Uban Dengan Cara Alami

Johan tidak cocok dengan nama teh kantong. Ia memutar otak untuk mengganti namanya. Kala itu, ia tidak sengaja mendengar kalimat ‘celupkan saja bajunya!’. Itulah awal mula mengapa teh sariwangi bernama teh celup.

Awalnya, teh celup mendapat cemoohan. Layaknya Aqua dan Sosro, kala itu tidak ada yang berpikir untuk minum teh dengan cara celup. Namun, selama dua dekade teh ini menjadi salah satu pilihan rakyat Indonesia dalam minum teh.

Hingga akhirnya pada tahun 1989, Unilever membeli merek sariwangi. Setelah menjualnya, hasil penjualan merek itu menjadi lahan pabrik di Citeureup, Jawa Barat pada tahun 1990. Tahun 2002, PT Sariwangi memproduksi teh sedap wangi.

Ini membuat nama Johan Alexander Supit sebagai legenda teh Indonesia. Selain sebagai seorang pelopor teh celup, kepiawaiannya berbisnis teh sangat memukau. Bahkan, Johan dipercaya menjadi Ketua Asosiasi Pedagang Teh Indonesia (Aspegtindo) di era 1990-an.

Artikel Terkait