Kisah Achmad Zaky, BukaLapak untuk Pedagang Indonesia

 Kisah Achmad Zaky, BukaLapak untuk Pedagang Indonesia

Kitapastibisa.id – Kisah Achmad Zaky, BukaLapak untuk Pedagang Indonesia – Tech In Asia

Kisah Achmad Zaky, BukaLapak untuk Pedagang Indonesia – Di balik suksesnya bukalapak, sebuah platform jual-beli Indonesia, ada nama Achmad Zaky. Seorang pemuda yang menjadi salah satu pendiri platform jual-beli yang terkenal itu. Siapa sangka bahwa awal mula bukalapak berawal dari niat membantu sesama?

Achmad Zaky adalah pemuda lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 2009. Ia memiliki mimpi untuk membangun sebuah perusahaan yang mampu membantu banyak orang. Dari situlah, benih perusahaan bukalapak tumbuh. Konsepnya serupa dengan namanya, yakni membuka lapak jualan. Namun, secara daring.

Tak mudah awalnya mengajak orang untuk berjualan secara online. Pasalnya, tahun 2010 bukanlah tahun orang mudah mengakses internet seperti saat ini. Akhirnya, Zaky perlu turun langsung ke pasar dan mal untuk mengajak pedagang berjualan lewat situs yang ia buat: bukalapak.

Mengapa orang harus terjun ke jualan online ketika offline saja sudah menguntungkan? Untuk menjawab hal tersebut, Zaky tak hanya turun dan mengajak para pelaku UKM. Ia melakukan edukasi kepada pedagang perihal strategi untuk menambah penghasilan.

Baca Juga  Angkie Yudistia, Sosok Perempuan Inspiratif

Akhirnya, 3 tahun mblusukan mal dan pasar, ia berhasil meraup 150 penjual untuk bukalapak.

Baca Juga: Perempuan Desa Cluntang, Boyolali, Olah Mawar Jadi Makanan

Sepak Terjang Achmad Zaky

Kisah Achmad Zaky, BukaLapak untuk Pedagang Indonesia
Kitapastibisa.id – Kisah Achmad Zaky, BukaLapak untuk Pedagang Indonesia – Kastara

Awalnya, Zaky hanya ingin seperti orang normal. Lulus kuliah, bekerja di perusahaan besar. Sebagai orang ndeso rasanya Ia tak mampu bersaing dengan orang-orang keren ITB. Namun seiring berjalan dengan waktu, pandangan itu luntur.

“Bukan cuma soal perbedaan budaya saja sih. Saya juga sempat minder karena ITB kan isinya orang-orang pinter, ambisius, PD pula. Berbeda sekali dengan kultur di Jawa yang kalem dan malu-malu. Alon-alon asal kelakon lah. Tapi ini justru jadi semangat saya. Saya pasti bisa! Pikir saya saat itu.“ ujar Achmad Zaky dikutip dari acara Hipwee tahun 2015.

Terbukti, Zaky menjadi salah satu mahasiswa unggulan. Keminderan itu ia olah menjadi semangat untuk belajar dan berprestasi. Pada semester awal, Zaky mampu meraih IPK sempurna, yakni 4,0.

Semangat sebagai seorang entrepreneur muncul sejak dini. Pada masa perkuliahannya, Zaky dikabarkan mendirikan Entrepreneur Club ITB (cikal bakal dari Techno Entrepreneur Club atau TEC ITB).

Baca Juga  Abbad bin Bisyr, Sahabat Nabi yang Terus Salat Meski Dipanah

Selain itu, Zaky juga memenangkan kompetisi teknologi informatika tingkat nasional. Zaky mampu menjadi juara II pada ajang Indosat Wireless Innovation Contest tahun 2007 dan meraih Merit Award pada kompetisi INAICTA (Indonesia ICT Awards) tahun 2008. Prestasi itu membawanya ke ke Oregon State University, Amerika Serikat, melalui program beasiswa.

Buka Kesempatan Pedagang Indonesia dengan Bukalapak

Akhirnya impian menjadi orang normal pupus. ITB terkenal dengan pencetak entrepreneur sukses seperti Aburizal Bakrie dan Arifin Panigoro. Impian Zaky pun belok. Ia meneruskan impian lainnya untuk membantu orang banyak. Kali ini melalui usaha berbasis teknologi.

Berbekal pengalaman dan pengetahuannya, ia meramu sebuah platform daring agar pedagang dapat berjualan secara daring. Sekarang, karya Zaky dan kedua temannya, Nugroho Herucahyono dan Fajrin Rasyid, dikenal diseluruh Indonesia.

Pada tahun 2018, Globe Asia mengabarkan Zaky memiliki total kekayaan sebesar US$ 108 juta atau Rp 1,4 triliunan. Itu merupakan tanda kesuksesan jerih payah Zaky dalam meniti impiannya membantu orang banyak.

Baca Juga  Bintang Timur Dalam Dunia Sepak Bola Indonesia

“Desember 10 tahun yang lalu saya ingat sekali waktu itu kita lagi bikin koding untuk Bukalapak. Hingga kini, Bukalapak telah memberikan efek kepada jutaan masyarakat,” kata Zaky di Jakarta, dikutip dari cnbcindonesia, (9/12/2019).

Kini, Zaky memang sudah mundur dari bukalapak. Namun, warisannya tetap berjalan dan membantu orang banyak. Zaky yang telah mundur ingin lebih banyak membantu orang dengan berkecimpung dalam organisasi non-profit.

“Saya akan bersama dengan manajemen sebagai observer, adviser, dan ingin ciptakan impact lain serta fokus kepada non-profit,” ungkap Zaky.

Dampak besar berawal dari impian yang besar. Begitulah kisah Achmad Zaky. Salah seorang pengusaha muda yang sukses memberikan dampak bagi orang lain.

Artikel Terkait