Kiat Dalam Menahan Amarah Ala Islam

 Kiat Dalam Menahan Amarah Ala Islam

Kitapastibisa.id – Sedihmu Yang Akan Hapuskan Dosamu – Detik

Kiat Dalam Menahan Amarah Ala Islam – Sebuah pepatah mengatakan mulut lebih tajam daripada silet. Bayangkan, sebuah paku yang menancap pada papan akan meninggalkan luka. Sama seperti perkataan yang menyakitkan pada hati manusia dan meninggalkan luka.

Marah boleh jadi penyebab munculnya luka tersebut. Jangankan mengontrol perilaku, seseorang yang tengah marah akan sulit menjaga perkataannya. Dr. Jiemi, seorang medical doctor dan psychiatrist, menyampaikan bahwa amarah dapat membuat orang gelap mata.

“Kemarahan membuat orang gelap mata, lalu menumpahkannya dengan pukulan dan makian,” ujar dr. Jiemi mengutip dari theasianparent.com.

“Diamkan amarahmu dan stres akibat amarah di tubuhmu akan membunuhmu perlahan. Ini bukan cara kematian yang menyenangkan,” imbuhnya.

Mengontrol emosi lantas menjadi sebuah upaya yang perlu dilakukan. Islam, sebagai agama yang sempurna telah memberikan cara umatnya untuk dapat mengontrol emosinya. Bagaimana caranya?

Baca Juga: Menilik Asal-usul Nenek Moyang Manusia Versi Islam

Kiat Meredam Emosi

Alquran dan hadis telah menjadi  panduan hidup bagi umat Islam, termasuk ihwal menjaga emosi. Terdapat 3 kiat menahan amarah ala Islam untuk menjaga emosi.

Baca Juga  Menyikapi Corona Dalam Pandangan Islam

Pertama, membaca ta’awudz. Sejumlah hadis mengatakan bahwa amarah boleh jadi merupakan godaan setan. Wajah yang memerah dan urat nadi yang keluar saat marah merupakan representasi dari kemenangan setan dalam menggoda. Oleh karena halnya, hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menyampaikan,

“Jika seseorang dalam keadaan marah, lantas ia ucapkan, ‘A’udzu billah (Aku meminta perlindungan kepada Allah)’, maka redamlah marahnya.” (HR. As-Sahmi dalam Tarikh Jarjan, 252. Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 1376)

Hal tersebut terdapat dalam Alquran surat Al-araf ayat 200 yang berbunyi,

“Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar Maha Mengetahui.” (QS. Al-A’raf: 200)

Cara yang kedua adalah diam. Mengetahui dampak dari amarah merupakan salah satu cara untuk mengontrolnya. Imam Ahmad meriwayatkan hadis yang berbunyi,

“Jika salah seorang di antara kalian marah, diamlah.” (HR. Ahmad, 1: 239. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadis ini hasan lighairihi)

Selanjutnya, cara yang ketiga adalah duduk. Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengajarkan pada umatnya untuk duduk saat merasa marah. Jika belum reda amarah itu karena duduk, maka berbaringlah. Dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Baca Juga  Ajarkan Kecintaan Membaca Pada Anak Sejak Dini

“Bila salah satu di antara kalian marah saat berdiri, maka duduklah. Jika marahnya telah hilang (maka sudah cukup). Namun jika tidak lenyap pula maka berbaringlah.” (HR. Abu Daud, no. 4782. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadis ini shahih).

Artikel Terkait