Keutamaan Berpuasa Pada Bulan Muharram

 Keutamaan Berpuasa Pada Bulan Muharram

Kitapastibisa.id – Keutamaan Berpuasa Pada Bulan Muharram – Tribun

Keutamaan Berpuasa Pada Bulan Muharram – Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan suci dalam agama Islam. Tidak hanya sebagai bulan pertama dalam tahun Islam, namun bulan tersebut memiliki berbagai keutamaan. Al Qodhi Abu Ya’la rahimahullah menjelaskan mengapa sebuah bulan memiliki nama bulan haram.

Setidaknya ada dua hal yang mendasari: Pertama, dilarang terjadi pembunuhan dalam bulan tersebut. Kepercayaan ini pun diakui orang jahiliyah pada masa lampau. Kedua, pada bulan tersebut perbuatan haram sangat dilarang. Maksudnya, pada bulan tersebut dianjurkan untuk melakukan lebih banyak amal baik.

Dalam bulan suci tersebut, Allah menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi para hamba-Nya. Salah satunya, Nabi shallallahu alaihi wa sallam menyebutkan untuk berpuasa pada bulan Muharram.

“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163, dari Abu Hurairah).

Dalam kitab Syarh Shahih Muslim, Imam Nawawi menafsirkan bahwa hadis tersebut merupakan penegasan untuk berpuasa pada bulan Muharram.

Baca Juga  Kenapa Keturunan Raja Tidak Masuk Daftar Orang Kaya Dunia?

Baca Juga: Abdullah bin Ubay bin Salul, Potret Hoaks Zaman Nabi

Menuai Berkah Pada Bulan Muharram

Dianjurkan untuk banyak beribadah dan berpuasa di bulan ini. Adapun puasa dapat berupa puasa sunnah seperti puasa hari Senin dan Kamis. Bulan ini pun memiliki puasa sunnah, yakni puas ‘Asyura. Puasa tersebut jatuh pada tanggal 10 Muharram atau bertepatan dengan 28 Agustus 2020.

Salah satu keutamaan puasa ‘Asyura adalah menghapus dosa setahun lalu. Abu Qotadah Al Anshoriy mengatakan, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam berkata,

”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.”(HR. Muslim no. 1162).

Nabi shallallahu alaihi wa sallam juga menganjurkan umatnya untuk berpuasa sebelum tanggal 10 Muharram. Selanjutnya puasa tersebut disebut dengan puasa Tasu’a. Imam Asy Syafi’i dan ulama Syafi’iyyah, Imam Ahmad, Ishaq pun turut menganjurkan hal demikian.

Artikel Terkait