Keris Senjata Tradisional Indonesia

 Keris Senjata Tradisional Indonesia

Kitapastibisa.id – Keris Senjata Tradisional Indonesia – Lawas.net

Keris merupakan salah satu senjata tradisional yang memiliki tempat terhormat dalam masyarakat Jawa. Selain berfungsi sebagai senjata, senjata ini juga menjadi perlengkapan busana, simbol status, pemberi kewibawaan, dan sebagai perlengkapan dalam upacara adat.

Selain Indonesia, negara yang juga memiliki budaya ini adalah Malaysia, Brunei Darussalam, Kamboja, Thailand. Di Pulau Jawa, senjata ini digolongkan sebagai salah satu cabang budaya tosan aji, banyak istilah dari daerah ini yang juga digunakan di daerah-daerah lainnya.

Di Pulau Jawa, juga disebut curiga, duwung, atau wangkingan. Di Pulau Bali, senjata itu disebut kadutan atau kedutan. Di daerah lain, sebutan lain di antaranya adalah tappi, selle, gayang, kres, kris atau karieh.

UNESCO, sebuah badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menangani kebudayaan, dalam sidangnya di Paris, 25 November 2005 telah menetapkan keris sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia. Hal ini memberi predikat sangat istimewa bagi keris Indonesia (Jawa dan Bali).

Baca Juga: Seblak, Jajanan Khas Kota Bandung

Mengulik Cerita dan Bentuk Keris

Penelitian arkeologi menunjukkan bahwa senjata telah dikenal oleh orang Jawa sejak abad 5 Masehi. Hal ini dibuktikan dari adanya relief pada candi dan prasasti yang ditemukan, diperkirakan berasal dari abad tersebut. Dalam relief candi Borobudur, tepat di bawah bagian Tenggara, tergambar beberapa prajurit membawa senjata tajam yang meyerupai keris.

Baca Juga  Melindungi Diri dari Covid-19 Di Tempat Kerja

Hal ini menunjukkan bahwa keris Jawa telah ada sejak masa dimana candi-candi tersebut didirikan. Yang mana berasal dari Kepulauan Jawa dan telah digunakan sejak abad ke-9 dan abad ke-14. Senjata ini terbagi menjadi tiga bagian, yaitu bilahan, deder (pegangan) dan warangka (sarung). Dan sering dikaitkan dengan kuasa mistik oleh orang Jawa pada zaman dahulu.

Pada dasarnya awal dan  tujuan dibuat senjata ini adalah untuk menunjang kesaktian, kekuasaan dan kewibawaan pemiliknya. Adapun yang bentuknya agak kecil dan lebih pendek dulunya dibuat untuk istri bangsawan, dan untuk rohaniwan dan para sesepuh masyarakat.

Dari bentuknya ada 2 macam jenis keris, yaitu keris lurus dan berlekuk. Sebagai senjata fisik, keris lurus berfungsi murni sebagai senjata tusuk dan sabet, menjadi senjata yang diandalkan untuk menusuk dan merobek tubuh lawannya. Seperti kebanyakan senjata tarung lainnya, racun pada keris (warangan) akan sangat menyakiti lawan bahkan bisa membunuh, walaupun hanya tergores sedikit saja.

Tidak demikian dengan keris berlekuk, selain sebagai senjata tusuk dan sabet. Bentuk lekuknya juga berguna dalam menahan dan menangkis senjata lawan dan tidak mudah patah bila berbenturan menangkis senjata lawan. Serta dapat menghasilkan luka yang lebih lebar dan lebih parah bila berhasil menusuk lawan.

Baca Juga  Cara Sederhana Berbakti Kepada Orang Tua

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *