Keraton Yogyakarta Destinasi Wisata Budaya

 Keraton Yogyakarta Destinasi Wisata Budaya

Kitapastibisa.id – Keraton Yogyakarta Destinasi Wisata Budaya – Sanjaya Tour

Keraton Yogyakarta Destinasi Wisata Budaya – Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat merupakan tempat Kesultanan Yogyakarta berada. Berlokasi di Jalan Rotowijayan Blok No 1, Panembahan, Keraton ini menjadi salah satu objek wisata ikonik yang banyak dikunjungi wisatawan. Jadi kurang lengkap rasanya jika berkunjung ke kota ini tanpa mengunjungi Keraton.

Keraton Yogyakarta adalah sebuah kompleks cerminan kosmologi Jawa. Yang dibangun menurut kepercayaan kuno dan masing-masing fitur kompleks seperti halaman hingga pohon memiliki arti simbolis khusus berkaitan dengan filsafat Jawa yang luhur. Wisatawan yang berkunjung ke keraton ini akan dimanjakan oleh kekayaan filosofis dari bangunan keraton ini. Bahkan UNESCO telah meresmikan bangunan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai warisan dunia berupa benda dan tak benda.

Baca Juga: Makna Dibalik Stagen, Kain Tradisional Asal Jawa

Sejarah Panjang Keraton Yogyakarta

Keraton Yogyakarta Destinasi Wisata Budaya
Kitapastibisa.id – Keraton Yogyakarta Destinasi Wisata Budaya – Tjokro Style

Keraton Yogyakarta dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I sejak tahun 1755 secara bertahap, kemudian selesai pada tahun 1790.  Keraton dibangun menghadap langsung ke arah utara ke Gunung Merapi. Sementara di bagian Selatan berbatasan dengan Samudera Hindia.

Baca Juga  Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah

Memasuki Komplek Keraton, kita akan disambut bangunan Gladhag Pangurakan, yaitu gerbang utama semacam benteng pertahanan untuk bisa masuk ke dalam keraton. Setelah itu ada bangunan utama bernama Bangsal Pagelaran atau bernama lain Tragtat Rambat. Yang dulunya menjadi tempat bertemunya abdi keraton ketika ingin menghadap Sultan. Namun sekarang, tempat ini difungsikan untuk kegiatan atau event-event pariwisata yang berkaitan dengan kesultanan Yogyakarta. Selain itu, juga terdapat singgasana Sultan yang menghadap ke arah Tugu Yogja. Hal ini memiliki arti filosofis yaitu perhatian Sultan yang selalu tertuju kepada rakyat Yogyakarta.

Keraton ini terdiri atas beberapa komplek inti yaitu Siti Hinggil Ler (Balairung Utara), Kamandhungan Ler (Kamandhungan Utara), Sri Manganti, Kedhaton, Kamagangan, Kamandhungan Kidul (Kamandhungan Selatan), dan Siti Hinggil Kidul (Balairung Selatan). Dibeberapa bagiannya merupakan museum yang menyimpan berbagai peninggalan kuno.

Selain itu, Keraton ini juga menyimpan 23 kereta kencana milik Kesultanan Yogyakarta.  Yang biasa digunakan untuk beragam upacara-upacara kebesaran keraton. Beberapa acara tersebut seperti upacara penobatan Sultan, pernikahan putra Sultan, atau mengantar jenazah sultan ke tempat peristirahatan terakhir.

Baca Juga  Pesona Keindahan Alam Bawah Laut Wakatobi

Artikel Terkait