Kenali Perbedaan Batuk Covid-19 dan yang Bukan

 Kenali Perbedaan Batuk Covid-19 dan yang Bukan

kitapastibisa.id – Kenali Perbedaan Batuk Covid-19 dan yang Bukan – Kompas

Batuk di tengah pandemi covid-19 dapat menimbulkan stress. Perasaan was-was diri akan penyakit apa yang bertandang ke tubuh kerap menghantui. Entah itu batuk flu biasa, atau jangan-jangan covid-19. Bagi orang lain, melihat seseorang batuk di tempat umum dapat menimbulkan kepanikan.

Batuk yang disebabkan oleh flu dan batuk yang disebabkan oleh virus corona, sepintas tidak ada bedanya. Namun, bukan berarti tidak dapat dibedakan. Setidaknya terdapat beberapa karakteristik dari batuk yang disebabkan covid-19 yang membedakannya dengan batuk yang lain.

Dilansir dari Express, National Health Service Inggris (NHS) mengungkapkan bahwa batuk yang menjadi gejala Covid-19 biasanya terjadi secara berulang dan meskipun baru saja terjangkit. Artinya, Anda bisa saja batuk secara intens dalam 1 jam meski Anda baru saja terkena penyakit batuk

“Ini berarti banyak batuk selama lebih dari satu jam atau tiga atau lebih dalam 24 jam, jika Anda biasanya batuk, mungkin lebih buruk dari biasanya),” ungkap NHS.

Menurut pendapat lainnya, batuk yang disebabkan oleh virus corona biasanya merupakan batuk kering. Menurut Harvard Health salah satu ciri batuk covid-19 biasanya tidak disertai dahak atau kerap disebut batuk kering.

Baca Juga  Tips Berhemat Di Tengah Situasi Pandemi

Menakar dari kondisi tubuh, batuk covid-19 biasanya disertai gejala lainnya. Seperti yang diungkapkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), terdapat 6 gejala covid-19 selain batuk, yakni menggigil, gemetar terus menerus dengan menggigil, nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, serta kehilangan pembauan dan perasa.

Menurut penelitian terbaru, sejumlah pasien bahkan merasakan demam, batuk, dan sesak napas.

Baca Juga: Tradisi Megengan Menyambut Ramadan yang Sarat Makna

Sakit Tenggorokan Saat Batuk, Jangan Dulu Panik!

Salah satu gejala covid-19 yang sebelumnya disampaikan yakni sakit tenggorokan yang disertai oleh batuk. Sebelumnya, ramai penjelasan bahwa sebelum virus corona sampai ke dalam paru-paru, virus tersebut biasanya mengendap di tenggorokan sebelum akhirnya menjadi lebih parah.

Namun, ketika Anda merasakan sakit tenggorokan saat batuk, jangan dulu panik. Pada dasarnya, batuk, apapun itu jenisnya, kerap memicu radang tenggorokan. Untuk itu, berikan pertolongan pertama kepada tenggorokan Anda kala mulai merasa tenggorokan Anda sakit saat batuk.

Dilansir dari halosehat.com, Anda dianjurkan untuk mengisap lozenges atau permen pelega tenggorokan. Permen tersebut biasanya memiliki kandungan aktif seperti amylmetacresol dan dibenal yang mampu mengatasi bakteri penyebab radang tenggorokan.

Baca Juga  Brand Fashion Dunia Kompak Membuat APD Gratis

Berdasarkan sebuah studi kesehatan, kandungan permen tersebut bersifat antiseptik yang mampu melegakan tenggorokan dalam waktu kurang lebih 2 jam. Selain kandungan amylmetacresol dan dibenal, pilihlah permen pelega tenggorokan yang juga memiliki kandungan vitamin C. Kandungan tersebut dinilai mampu membantu sel imun melawan infeksi penyakit dan peradangan, termasuk sakit tenggorokan.

Oleh karenanya, jangan dulu panik ketika tenggorokan sakit saat batuk. Berikanlah pertolongan pertama terlebih dahulu. Jika sakit berlanjut, hubungi dokter.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *