Kedai Subway, Dari Kedai Nomor Satu hingga Bangkrut

 Kedai Subway, Dari Kedai Nomor Satu hingga Bangkrut

Kitapastibisa.id – Kedai Subway: Dari Kedai Nomor Satu hingga Bangkrut – mytownkl

Sebelum McDonald dan Burger King menjadi primadona, Subway lebih dahulu merajai pasar makanan cepat saji Amerika. Bahkan dunia. Saking populernya, kedai Subway bahkan ada di setiap sudut kota di Amerika Serikat. Namun kendati demikian, pamor Subway kian meredup seiring kompetisi kedai makanan memanas. Agaknya, Subway bukan lagi pilihan masyarakat. Apa yang terjadi?

Subway berasal dari kedai bernama Pete’s Super Submarine pada tahun 1965. Tahun itu, belum ada restoran di Amerika serikat yang menyediakan fasilitas sebagaimana kedai Subway. Mereka mengizinkan pelanggan untuk menyaksikan langsung proses produksi makanan dengan membuat dapur terbuka. Ini berhasil menarik perhatian masyarakat.

Tidak hanya membuktikan bahwa Subway menyediakan makanan yang segar, namun juga sehat. Bahkan, pelanggan bisa memilih dan meminta bahan yang mereka inginkan dalam hidangan mereka. Mirip seperti warung tegal di Indonesia. Subway dikenal sebagai penyedia makanan sehat yang menyenangkan pada masa itu.

Pada tahun 1981 Subway membuktikan prestasinya di dunia makanan cepat saji. Terdapat 200 kedai tersebar di Amerika Serikat. Ia tidak berhenti. Pada akhir tahun 90 puluhan Subway berhasil menjamah ke seluruh penjuru dunia. Menjamurnya Subway tak hanya disebabkan oleh hidangannya yang unik dan lezat. Namun juga strategi bisnisnya.

Baca Juga  Cara Mudah Dalam Merawat Sukulen

Tidak seperti saingannya dalam restoran makanan cepat saji, Subway memudahkan pihak lain untuk bekerja sama. Prosesnya sangat sederhana. Pihak yang ingin bekerja sama cukup melakukan satu hal, yakni memberikan harga yang cocok. Setelahnya, pihak Subway yang bekerja. Mereka akan memberikan pelatihan, membantu mencarikan lokasi, hingga membantu pembukaan kedai.

Harga untuk membuka waralaba Subway sekitar 200.000 dolar Amerika. Ini tergolong murah jika dibandingkan dengan McDonald yang membutuhkan 2 juta dolar Amerika. Ini yang menjadikan Subway sangat cepat merajai pasar dunia. Kedainya dapat dijumpai di mana-mana. Namun, tidak lama setelahnya strategi itu justru membalikkan keadaan.

Baca Juga: Kuda Sumbawa, Warisan Alam Tanah Marapu

Senja Kala Subway

Beberapa dekade lalu, profit Subway anjlok lebih dari 25 persen. Sebab utamanya adalah terlalu banyak waralaba. Kita bisa menjumpai 10 kedai Subway dalam waktu 15 menit berjalan kaki di Manhattan. Dengan demikian, keuntungan perusahaan dibagikan ke begitu banyak waralaba. Ini membuat sejumlah kedai terpaksa ditutup. Bahkan pada tahun 2018, 2000 kedai Subway tutup.

Baca Juga  Riasan Wajah Flawless untuk Remaja

Alasan lainnya adalah kompetisi makanan cepat saji yang kian sengit. Banyak restoran baru yang membawa konsep serupa dengan Subway. Bahkan, dengan menu yang lebih sehat dan beragam. Di sisi lain, Subway tidak memiliki banyak perubahan dalam menu dan cara penyajiannya. Ini membuat Subway kalah dalam persaingan bisnis makanan modern

Subway telah menyuntikkan dana sebesar 80 juta dolar Amerika untuk bangkit. Mereka melakukan eksperimen menu dan resep-resep baru. Dilansir dari sarcasm.com, 100 menu baru diuji setiap bulannya. Di Indonesia sendiri, Subway pernah ramai sekitar tahun 2016. Namun kini restoran tersebut sudah tidak beroperasi. Meski bangkrut, namun mereka masih bertahan. Bagaimana masa depan Subway?

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *