Keberagaman Bangsa Membutuhkan Pendidikan Kontekstual

 Keberagaman Bangsa Membutuhkan Pendidikan Kontekstual

Keberagaman Bangsa Membutuhkan Pendidikan Kontekstual

Keberagaman Bangsa Membutuhkan Pendidikan Kontekstual – Kemajuan bangsa salah satunya ditentukan dengan seserius apa pemerintah dan seluruh warga negara mengelola pendidikan rakyatnya. Ini tidak lantas diterjemahkan sebatas hanya memberantas buta aksara, pendidikan wajib 9 tahun, penggratisan uang sekolah, maupun penetapan kurikulum yang selalu berubah. Perhatian utama seharusnya bertumpu pada kualitas pendidikan itu sendiri.

Dalam proses belajar-mengajar, atau selama pendidikan itu berlangsung, apakah peserta didik dan tenaga pendidik mampu berkoordinasi satu sama lain dengan tepat atau hanya sekadar menggugurkan kewajiban semata. Tak jarang ditemui proses belajar hanyalah sebatas hafalan dalam berbagai mata pelajaran. Padahal pemahaman dan pengertian murid soal ilmu yang terkait jauh lebih penting dari sekadar hafalan untuk bisa menjawab pertanyaan.

Pendidikan sejatinya lebih dari sekadar mentransfer ilmu pengetahuan dari guru kepada murid. Pendidikan juga mengenai penanaman nilai dan karakter. Misalnya nilai sopan santun, toleransi, kesabaran juga sejatinya merupakan hal yang perlu didapat dan diajarkan melalui pendidikan. Pelakunya bisa antara guru dan murid, murid dan teman sekelasnya, murid dan aparatur sekolah lainnya. Semua sangat mungkin terjadi dan tumbuh dalam lingkungan sekolah. Bagaimana para murid berinteraksi pada teman sebaya, pada kakak kelas yang lebih tua, atau pada adik kelas yang lebih muda. Hal seperti di atas merupakan pembekalan yang sangat baik guna mengasah kemampuan bersosialisasi mereka. Apalagi jika sekolah tersebut memiliki beragam latar belakang murid misal agama, suku, dan kampung halaman yang berbeda.

Baca Juga  Mengenal Pesantren yang Tak Hanya Belajar Ilmu Agama

Baca Juga: Stephanie Handojo yang Bergelimang Prestasi

Bagaimanakah Pendidikan yang Baik Itu?

Pendidikan yang baik tidak hanya diukur dari seberapa banyak ilmu yang diperoleh, akan tetapi pendidikan yang baik sudah seharusnya mampu untuk memperkaya dan memperluas pikiran, serta mampu mematangkan akhlak, tingkah laku, mencerdaskan logika yang akan berpengaruh pada cara anak tersebut mengambil keputusan.

Perlu disadari pula Indonesia merupakan negara yang terdiri dari beragam kondisi geografis, ekonomi, sosial budaya serta isu kedaerahan yang melekat. Jika pendidikan Indonesia bertumpu pada satu kurikulum pusat untuk digunakan kepada seluruh wilayah Indonesia, hal ini tidak kontekstual. Pendidikan kontekstual penting untuk menumbuhkan kepekaan murid. Misalnya soal potensi dan permasalahan daerahnya. Hal tersebut diperuntukan agar mereka dapat mendorong dikembangkannya berbagai ide dan inovasi sesuai dengan kebutuhan daerahnya.

Dengan penyeragaman kurikulum yang mengacu pada kehidupan masyarakat kota, peserta didik sangat mungkin dibanjiri oleh informasi yang jauh dari kehidupan mereka sehari-hari yang tinggal di pedesaan. Sehingga mereka akan merasa kehidupan di desa tidak cukup menjanjikan dan beramai-ramai pindah ke kota. Penting bagi pemerintah untuk memperhatikan dampak jangka panjang dalam menyusun dan menerapkan kurikulum pendidikan yang kontekstual sesuai dengan keberagaman bangsa Indonesia.

Baca Juga  Tips Produktif bagi Fresh Graduate

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *