Kampanye Cegah Pandemi lewat Batik Motif Covid-19

 Kampanye Cegah Pandemi lewat Batik Motif Covid-19

Kitapastibisa.id – Kampanye Cegah Pandemi lewat Batik Motif Covid-19 – goodnewsfromindonesia

Kampanye Cegah Pandemi lewat Batik Motif Covid-19 – Seorang seniman batik asal kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) menyuarakan pesan pencegahan dan bahaya Virus Corona Covid-19 yang kini jadi pandemi. Pesan itu dituangkannya lewat goresan canting dan kuas di kain putih. Adi Setyo Purwanto atau yang akrab disapa Anto Gondrong, terinspirasi dari Covid-19 untuk menyampaikan pesan-pesan pencegahan.

“Orang bilang batik saya nyeleneh, acakadut alias berantakan. Di Jawa, orang menyebut batik saya tidak jelas lantaran memang keluar dari pakem batik. Ada juga yang bilang karya saya batik nggak genah..hahahha. Biar saja orang menyebut apa, tapi ini lah karya saya batik lukisan kotemporer,” ungkap Anto Gondrong tentang motif batiknya yang banyak menimbulkan pertanyaan orang lantaran dianggap tidak biasa.

Di galeri Batik Pakis Asia khas Tarakan miliknya, ia mengerjakan seorang diri batik motif corona. Selama sepekan terakhir, Anto telah menghasilkan 25 lembar batik. Harganya bervariasi mulai dari Rp 450 ribu sampai Rp 1,5 juta. Pemasaran menggunakan media sosial membuat peminat lukisan batik ini datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga  Nyirih, Kebiasaan dalam Budaya Indonesia

Kini karyanya pun diminati dan diburu oleh masyarakat baik di Kaltara maupun daerah lainnya seperti Sumatera dan Jawa. Hasil dari penjualan batik versi Covid-19 ini nantinya akan ia donasikan untuk membeli masker atau alat pelindung diri (APD), sehingga dapat membantu paramedis dan masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga: Merancang Jadwal Olahraga Kardio Yang Efektif

Achmad Yurianto Memakai Batik dengan Motif Unik

Achmad Yurianto Memakai Batik dengan Motif Unik
Kitapastibisa.id – Achmad Yurianto Memakai Batik dengan Motif Unik – Riaupos

Mantan Juru Bicara Pemerintah Penanganan COVID-19 mendadak menjadi perbincangan publik. Pasalnya batik yang di kenakan Achmad Yurianto ini terbilang unik, motif dengan simbol virus corona dan terdapat pula pita berwarna merah putih mendadak menjadi viral di media sosial.

Dalam keterangan foto yang dibagikannya di Twitter, Henrik sepertinya tampak terkejut melihat motif batik yang dipakai sang juru bicara. “Pemerintah Indonesia sekarang mengenakan batik bertemakan COVID-19,” tulisnya singkat.

Unggahan tersebut langsung mendapatkan berbagai respons dari berbagai netizen di seluruh dunia. Sebagian di antara mereka merasa terkejut melihat pemilihan batik yang dikenakan Yuri. Tak sedikit pula yang berasumsi bahwa tindakan Yuri menunjukkan bahwa pemerintah mendukung UMKM dalam negeri yang ikut terkena imbas pandemi Covid-19.

Baca Juga  Pendidikan Karakter untuk Indonesia yang Beradab

Saat dikonfirmasi, dr Achmad Yurianto yang juga merupakan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI (P2P Kemenkes RI) mengungkap kalau batik tersebut bukan merupakan batik Corona seperti yang ramai diperbincangkan.

“Kenapa kok rame? Itu batik setahun lalu waktu ada peringatan hari HIV AIDS,” ungkapnya

Motif pada batik tersebut jika dilihat sekilas mirip dengan Corona. Namun pada batiknya terdapat lambang merah yang menggambarkan HIV-AIDS.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *