Johannes Leimena Menteri Kesehatan Yang Menjadi Pahlawan Nasional

 Johannes Leimena Menteri Kesehatan Yang Menjadi Pahlawan Nasional

Kitapastibisa.id – Johannes Leimena Menteri Kesehatan Yang Menjadi Pahlawan Nasional – Historia

Johannes Leimena Menteri Kesehatan Yang Menjadi Pahlawan Nasional- Johannes Leimena, seorang dokter yang menjadi menteri kesehatan Indonesia. Ia dikenal sebagai tokoh pemuda yang kariernya gemilang usai kemerdekaan, dan menjadi orang kepercayaan Soekarno. Sosoknya yang sederhana dan jujur, membuat ia sangat dihormati serta disenangi oleh orang-orang di sekitarnya.

Jo, sapaan akrabnya, lahir di Ambon, Maluku, 6 Maret 1905, anak dari pasangan Domingus Leimena dan Elisabeth Sulilatu. Kedua orang tuanya berprofesi sebagai guru desa. Pada usia lima tahun, ayahnya meninggal dunia. Sejak saat itu, Jo kecil diasuh oleh paman dan tantenya.

Jo menjalani pendidikannya dari Ambonsche Burger School, tempat pamannya, Jesajas Jerenis Lawalata, menjadi kepala sekolah. Saat Johanes Leimena masih duduk di kelas dua sekolah dasar, pamannya dipindah tugas ke Cimahi, Bandung, Jawa Barat. Di Cimahi, Jo hanya bersekolah selama sembilan bulan, sampai akhirnya harus pindah lagi ke Batavia. Sewaktu di Batavia, mula-mula Jo mengenyam pendidikan di Europeeche Lagere School (ELS). Dari sana Jo pindah sekolah ke Paul Kruger School. Setelah tamat Jo melanjutkan pendidikannya ke Meer Uitgerbreid Lager Onderwijs (MULO).

Baca Juga  Shakuntala Devi Jenius Angka Mengalahkan Komputer

Prestasi Jo terbilang cukup cemerlang, karena itu proses pendidikannya ke MULO dan lulus pada 1922. Setelah kelulusannya, Jo melanjutkan studinya ke STOVIA, sekolah kedokteran bumiputera. Selain itu, Leimena juga aktif dalam organisasi Jong Ambon yang nantinya menjadi salah satu peserta Kongres Pemuda Indonesia pada 28 Oktober 1928.

Baca Juga: Mengenal Sosok Kepahlawanan Seorang MT Haryono

Sosok Menteri Kesehatan Indonesia Yang Inspiratif

Setelah menyelesaikan pendidikan dokternya di STOVIA pada 1922, ia bekerja menjadi dokter selama sebelas tahun, sebelum akhirnya memperdalam ilmu penyakit dalam di Geneeskunde Hogeschool (GHS) atau sekolah tinggi kedokteran.

Berkat kompetensinya sebagai dokter, Jo akhirnya ditunjuk menjadi Menteri Kesehatan pada 12 Maret 1946. Ide-ide Jo banyak yang menjadi fondasi dalam bidang kesehatan Indonesia. Salah satu gagasan Jo yang bisa dirasakan manfaatnya hingga sekarang adalah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Dalam upayanya mewujudkan gagasan tersebut, Jo memulainya dengan membentuk dua instansi dalam Kementerian Kesehatan, yaitu Jawatan Pendidikan Kesehatan Rakyat dan Usaha Higiene Masyarakat.

Baca Juga  Buku Perdana Jerome Polin Meraih Penghargaan IKAPI

Kedua instansi bentukan Jo mempunyai tugas dan fungsi yang berbeda. Pendidikan Kesehatan Rakyat bertugas untuk melakukan usaha-usaha kesehatan di pedesaan hingga perkotaan. Jawatan ini juga memiliki fungsi untuk mendidik tenaga-tenaga medis yang nantinya akan berperan memberi penyuluhan kesehatan kepada masyarakat, khususnya di pedesaan.

Artikel Terkait