Jenis Cacing yang Berbahaya bagi Kesehatan

 Jenis Cacing yang Berbahaya bagi Kesehatan

Kitapastibisa.id – Jenis cacing yang berbahaya bagi kesehatan – Sehatq

Jenis cacing yang berbahaya bagi kesehatan – Cacing yang hidup di tubuh manusia bersifat parasit, sehingga akan merugikan berbahaya bagi kesehatan tubuh. Cacing hidup didalam tubuh manusia dalam bentuk telur atau kista yang masuk melalui mulut dan bertahan hidup didalam usus manusia. Cacing dapat pula menembus pembuluh darah dan masuk ke dalam organ lain. Selain dari mulut, infeksi cacing juga bisa terjadi melalui kulit atau karena gigitan serangga yang masuk ke dalam pembuluh darah atau hidup di bawah lapisan kulit. Parasit cacing ini perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan berbagai penyakit sehingga dapat memicu gangguan kesehatan. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Baca Juga: Mengurangi Tingkat Stress dengan 3 Langkah Sederhana

Beberapa jenis cacing berbahaya yang menjadi penyebab cacingan.

1. Cacing Pita

Umumnya cacing ini dapat menular dari konsumsi daging yang kurang matang. Namun ternyata, cacing ini juga dapat menular melalui air minum yang telah terkontaminasi telur atau larva cacing pita. Jenis cacing ini dapat tumbuh hingga ukuran 15cm dan hidup selama 30 tahun. Jika terinfeksi cacing pita, akan timbul gejala, reaksi alergi, demam, infeksi bakteri, kejang serta ditemukan benjolan di tubuh.

Baca Juga  Kegiatan Asyik yang Mampu Meningkatkan Kinerja Otak

2. Cacing Tambang

Cacing tambang dikenal berbahaya sebab bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui pori-pori kulit. Larva cacing yang masuk melalui pori-pori kulit lalu masuk ke aliran darah, kemudian hidup di usus halus. Cacing ini mampu menggigit usus sehingga bisa menghisap darah yang jumlah banyak. Karenanya perlu diperhatikan jika berjalan tanpa menggunakan alas kaki dan berjalan diatas tanah yang menjadi habitat larva cacing tambang. Cacing ini memiliki panjang sekitar 0,8-1 cm, dan mampu bertelur sekitar 9.000-10.000 butir per ekor. Gejala terinfeksi cacing tambang, berupa gatal-gatal, anemia, dan kelelahan.

3. Cacing Pipih

Cacing ini dapat hidup di darah, usus, atau jaringan tubuh manusia. Telur cacing pipih bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui sayuran mentah  atau air minum yang terkontaminsi telur cacing. Cacing pipih yang kerap menginfeksi terbagi dalam dua jenis, pertama jenis Trematoda yang memiliki alat hisap dan kait untuk menempel di organ tertentu pada manusia seperti cacing hati dan cacing darah. Kedua jenis Cestoda yang tubuhnya dilapisi zat kitin, sehingga tidak rusak oleh enzim pencernaan dan dapat bertahan hidup dalam usus manusia. Gejala terinfeksi cacing pipih, berupa demam dan kelelahan.

Baca Juga  Benarkah Memuntahkan Air Minum Mencegah Kelelahan Saat Olahraga?

4. Cacing Kremi

Cacing kremi merupakan jenis cacing dengan bentuk yang sangat kecil dan mudah menular. Cacing ini juga biasanya sering menginfeksi orang dewasa terlebih anak-anak. Penularan cacing ini yakni ketika manusia menyentuh telur- telur tersebut kemudian tertelan, kemudian cacing hidup di usus besar dan rektum. Telur cacing memiliki ukuran yang sangat kecil, sehingga mudah terbang dan terhirup. Ukuran cacing ini tak klah kecil yaitu sekitar 2-13 mm dan dapat bertelur sekitar 11.000-15.000 butir per ekor setiap enam jam sekali.

5. Cacing Gelang

Cacing gelang merupakan salah satu penyebab cacingan pada orang dewasa. Penularannya melalui makanan yang sudah terkontaminasi telur cacing. Cacing-cacing ini dapat berkembang biak hingga dalam jumlah banyak di dalam tubuh manusia sehingga menyebabkan kurang gizi. Cacing yang hidup di usus halus kemudian menyerap sari-sari makanan yang ada di dalamnya. Selain itu cacing ini juga bisa berpindah ke paru-paru sehingga menyebabkan batuk-batuk. Cacing gelang memiliki panjang sekitar 10-35 cm dan mampu bertelur sekitar 200.000 ekor per hari.

Baca Juga  Aurel Hermansyah Masuk 10 Besar Wanita Terseksi Asia

6. Cacing Trikinosis

Setelah masuk ke dalam tubuh, larva akan diam di usus manusia dan tumbuh menjadi dewasa. Jenis cacing ini terdapat pada daging matang yang sudah dihinggapi larva cacing. Setelah masuk ke dalam tubuh, larva berdiam di usus manusia dan tumbuh menjadi dewasa. Kemudian larva akan berkembang biak dan berpindah dari usus ke otot atau jaringan tubuh lainnya. Jika terinfeksi cacing trikinosis, gejalanya berupa demam, sakit kepala, pembengkakan pada wajah, nyeri otot, peka terhadap cahaya, dan konjungtivitis.

Artikel Terkait