Jangan Lelah Berdoa dan Beristighfar

 Jangan Lelah Berdoa dan Beristighfar

Kitapastibisa.id – Jangan Lelah Berdoa dan Beristighfar – Republika

Jangan Lelah Berdoa dan Beristighfar – Allah subhanahu wa ta’ala menjanjikan kepada hamba-Nya yang berdoa dan beristighfar kemuliaan dan keberkahan. Dengan cara-Nya, doa seorang muslim pasti dikabulkan. Semakin banyak doanya, maka semakin banyak pula yang Allah kabulkan. Sebagaimana dalam hadis dari ‘Ubadah bin Ash-Shamit radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

“Tidaklah seorang muslim berdoa kepada Allah dengan satu doa, melainkan pasti Allah memberikannya kepadanya, atau Allah menghindarkannya dari kejelekan yang sebanding dengan doanya, selama ia tidak mendoakan dosa atau memutuskan silaturahim.” Lalu seseorang berkata, “Kalau begitu, kita akan memperbanyak doa.” Beliau bersabda, “Allah lebih banyak memberi (dari apa yang kalian minta).” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan bahwa hadits ini hasan sahih) [HR. Tirmidzi, no. 3573 dan Al-Hakim, 1:493. Hadits ini disahihkan oleh Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilaly dalam Bahjah An-Nazhirin, hadits no. 1501].

Allah memiliki cara-Nya sendiri untuk mengabulkan doa. Boleh jadi dihindarkan dari keburukan doa yang diminta hamba-Nya, diberikan yang lebih baik, atau diberikan yang sama persis. Terkadang, doa tersebut membutuhkan waktu yang lama untuk terkabul. Bukan karena Allah tidak mampu, namun Allah lebih tahu kapan waktu yang tepat.

Baca Juga  Penyebab Seseorang Memiliki Otak Mesum?

Lantas, apa yang dapat kita lakukan selama menunggu doa terkabulkan?

Baca Juga: Komarudin, Pejuang Indonesia yang Berasal dari Korea

Kisah Imam Ahmad bin Hanbal dan Penjual Roti

Kala itu, Imam Ahmad sangat ingin pergi ke salah satu kota di Irak. Bukan karena ada janji atau pertemuan dengan orang. Namun, tidak ada tujuan yang pasti. Keinginannya itu mendorong Imam Ahmad untuk pergi ke Irak.

Matahari sudah tenggelam saat Imam yang akrab disapa Imam Hanbal ini tiba di Basrah. Tepat waktu salat Isya beliau tiba di sana. Ia pun bersegera mengikuti salat berjamaah di masjid bersama warga Basrah. Seusai salat, Imam Hanbal mengistirahatkan dirinya di masjid tersebut.

Melihat orang yang tidak dikenal tidur di masjidnya, sang marbot menghampiri Imam Hanbal. Meskipun sebagian besar orang irak mengenal Imam Hanbal, nampaknya sang marbot tidak demikian. Ini disebabkan sifat Imam Hanbal yang tawadhu dan rendah hati. Ia pun mengusir Imam Hanbal yang tengah beristirahat.

Melihat seorang musafir di dorong keluar masjid, seorang penjual roti di kedai sebelah masjid tersebut mendatangi Imam Hanbal. Ia berkata kepadanya,

Baca Juga  Wanita Suku Himba, Menjadi Primadona Se-Afrika

“Mari Syaikh, anda boleh nginap di tempat saya, saya punya tempat, meskipun kecil.”

Imam Hanbal pun mengiyakan ajakan tukang roti tersebut dan menginap di rumahnya. Nampaknya, sang tukang roti tidak mengenali Imam Hanbal. Saat Imam Ahmad bertanya kepadanya, tukang roti itu hanya diam saja. Ia sibuk mengolah rotinya. Namun, ada hal unik dari orang tersebut.

Ia senantiasa mengucapkan istighfar saat membuat rotinya. Saat menambah garam ia beristighfar, saat memecah telur beristighfar, saat membanting adonannya beristighfar, dan seterusnya. Akhirnya, Imam Ahmad mempertegas pertanyaannya kepada tukang roti.

“Sudah berapa lama kamu lakukan ini?”

Kali ini, tukang roti itu menjawab, “Sudah lama sekali Syaikh, saya menjual roti sudah 30 tahun, jadi semenjak itu saya lakukan.”

Imam Ahmad melanjutkan pertanyaannya “Apa hasil dari perbuatanmu ini?”

“Tiada hajat yang saya minta, kecuali pasti dikabulkan Allah. Semua yang saya minta ya Allah, langsung dikabulkan,” balas sang tukang roti. “Namun masih ada satu doa yang belum dikabulkan oleh Allah.”

Baca Juga  Bahaya Membaca Di Tempat Gelap  

Imam Hanbal penasaran dan segera bertanya, “ Apa itu?”

“Saya ingin bertemu dengan Imam Ahmad bin Hanbal,” jawabnya.

Kekuatan Berdoa dan Beristighfar

Kisah Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah dengan penjual roti merupakan salah satu kisah yang dapat kita teladani terkait doa. Beliau merupakan orang yang sangat saleh dan indah tulisannya. Imam Syafi’i menyebut Imam Ahmad sebagai orang yang sangat terpuji.

Rasulullah shallallahu alaihi wa salam pernah bersabda,

“Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka”  (HR. Ahmad dari Ibnu Abbas dan sanadnya dinilai sahih oleh al-Hakim serta Ahmad Syakir).

Sertakanlah Istighfar dalam setiap doa. Maka Allah akan kabulkan setiap hajat hamba-Nya selama tidak bertentangan dengan syariat Islam.

Artikel Terkait