Islam dan Kohesi Masyarakat Dunia

 Islam dan Kohesi Masyarakat Dunia

Kitapastibisa.id – Islam dan Kohesi Masyarakat Dunia – Twitter

Seorang cendekiawan asal Kashmir angkat bicara soal peranan Islam dalam tatanan masyakat global. Profesor Riyaz Punjabi, mantan wakil rektor Universitas Kashmir, kemampuan kohesi agama Islam. Dilansir dari situs Ani News, Prof Riyaz mengatakan kemampuan kohesi Islam terletak pada ajarannya yang dinilai adaptif.

“Islam sebagai unit geografis dan sosial dari entitas global yang besar memberikan pemikiran dan kasus yang representatif untuk memahami fungsi unit dalam aspek yang berbeda dalam entitas yang lebih besar yang dianggap sebagai dunia,” kata dia dilansir dari laman Ani News, Rabu (3/6), 2020.

Dunia kini telah diterpa berbagai macam bencana. Mulai dari goncangan sosial hingga bencana alam. Gejolak ini kemudian mendorong masyarakatnya untuk tanggap beradaptasi dengan kondisi dunia. Menurut Prof Riyaz, Islam memberikan segala yang dibutuhkan manusia untuk beradaptasi, bahkan hingga saat ini.

Agama Islam turun sebagai ajaran yang mencerahkan peradaban jahiliyah semenangjung Arab kala itu. Dalam berbagai kisah yang terkandung dalam Alquran dan hadis, tidak sedikit pelajaran yang dapat diambil dari peristiwa lampau. Prof Riyaz menuturkan bahwa kehadiran Islam mampu membawa orang Arab jahiliyah ke dalam kehidupan yang berbudaya.

Baca Juga  Menilik Asal-usul Nenek Moyang Manusia Versi Islam

“Islam memprakarsai proses pengajaran atau pembelajaran dan merangsang orang-orang bodoh untuk menjalani kehidupan yang layak dan berbudaya. Ilmu (pengetahuan) adalah landasan Islam,” ucap Prof Riyaz.

Sebagai salah satu agama terbesar di dunia, agama Islam memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat dunia. Kejayaannya hingga kini menjadi bukti kekuatan kohesif agama Islam dalam masyarakat dunia.

Baca Juga: Bolehkah Menggunakan Masker Saat Salat?

Antara Kohesi dan Adaptasi

Wahyu pertama yang turun dalam Alquran berbunyi ‘iqra’ yang artinya bacalah. Kata tersebut merupakan sebuah perintah dari Allah subhanahu wa ta’ala kepada umatnya untuk mempelajari Alquran. Sebagian ulama sepakat bahwa wahyu tersebut merupakan perintah kepada umat Islam secara menyeluruh untuk menggali ilmu pengetahuan.

Hal ini terbukti dengan lahirnya cendekiawan muslim yang memiliki peran besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan dunia. Islam memiliki sejumlah tokoh filsuf besar, astronom, matematikawan, ahli biologi dan ahli bedah dan lainnya. Sebutlah di antaranya Ibnu Sina dan Al Jabar yang memberikan kontribusi besar terhadap ilmu kedokteran dan matematika dunia.

Baca Juga  Asma binti Umais, Perempuan yang Dua Kali Berhijrah

Kajian sejarah para cendekiawan muslim menarik ilmuan Eropa. Prof Riyaz mengatakan bahwa ini adalah bentuk implementasi wahyu pertama dalam Islam dalam tatanan global. Menuntut ilmu sebagai implementasi ajaran Islam merupakan jembatan yang mampu merangkul berbagai elemen di dalam masyarakat dunia.

“Karena itu, memperoleh pengetahuan tetap menjadi titik fokus dalam Islam. Ada aspek-aspek lain untuk akuisisi bangunan Islam ini. Ini mungkin aspek kehidupan tetapi ini adalah struktur penting dari keberadaan yang menyatu pada apa yang digambarkan sebagai tatanan dunia,” jelas Riyaz.

Kunci dari kohesi adalah tidak berhenti belajar. Dengannya, manusia tidak sekadar memperluas wawasannya saja, melainkan memahami sesama. Ini adalah kekuatan kohesif Islam yang disebut oleh Riyaz. Umat muslim tidak boleh berhenti belajar agar tidak menjadi korban adu domba pihak lain.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *