Ilmuwan Asal Maluku Temukan Nitrico untuk Lawan Covid-19

 Ilmuwan Asal Maluku Temukan Nitrico untuk Lawan Covid-19

kitapastibisa.id – Ilmuwan Asal Maluku Temukan Nitrico untuk Lawan Covid-19 – BeritaBeta

Ilmuwan Asal Maluku Temukan Suplemen Nitrico untuk Lawan Covid-19 – Sebuah kabar gembira terkait upaya  penanganan wabah Corona Virus Disease (COVID-19) kembali terungkap dalam sebuah penelitian yang dihasilkan ilmuwan asal Maluku di Surabaya.

Kabar gembiara ini datang dari Universitas Airlangga, lewat seorang dosennya  Dr. Abdul Rohim Tualeka, Drs M.Kes. Dosen Departemen K3 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Arlangga (FKM Unair) ini telah melakukan penelitian berkerjasama dengan Prof M Mufti Mubarok dan  berhasil menciptakan formula yang dapat melawan Covid-19 yang disebut Nitrico.

Riset ‘Nitrico’ telah melalui kajian ilmiah yang dilakukan oleh ahli toksikologi molekuler. Nitrico ini berupa bahan aktif untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap Covid-19. Bahan Aktif ini bernama nitrogen monoksida atau dalam bahasa inggris disebut Nitric Oxide, disingkat NO.

“NO yang secara alamiah ada dalam tubuh kita ketika ada respon dari sel imun makrofag yang akan melawan parasite, juga virus, termasuk Covid-19. NO juga dihasilkan lewat endorphin yang ada dalam kita tubuh ketika rajin beribadah berserah diri kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa, juga ketika mengkonsumsi coklat hitam,” ujar dr Abdul.

Baca Juga: Dalgona Coffee, Kopi Viral Dari Negeri Gingseng

Baca Juga  Deru Sadiman Hijaukan Lereng Gunung Lawu

Penyebab NO Sulit Dilepas Tubuh Menurut dr.Abdul

Menurut dr Abdul, virus, polusi udara, kurang rajin beribadah membuat NO sulit dilepas oleh tubuh yang membuat tubuh penuh dengan virus, kekebalan tubuh menurun, dan mudah jatuh sakit. Apalagi, saat wabah seperti wabah Covid-19 yang virusnya sangat ganas. Virus ini akan sangat cepat menurunkan kekebalan tubuh dan membuat tubuh sakit bahkan berujung kematian.

Untuk mengatasi hal, kata dia, maka diperlukan asupan NO dari luar. Salah satunya dari makanan untuk menormalkan jumlah NO dalam tubuh. Sekitar 600 mg bahkan harus ditingkatkan karena keganasan virus, gampang stress maupun tingginya polusi udara.

Ia mengklaim bahwa temuan bahan aktif NO dari makanan ini lebih maju dibandingkan dengan temuan dari lembaga riset Bellerophon dari USA yang merilis temuannya tanggal 20 Maret 2020 saat konferensi pers bersama Presiden USA Donald Trump dan kepala FDA Amerika, dimana NO diambil dari udara sebagai obat dan dimasukkan ke pernapasan lewat ventilator.

Dr Abdul menyatakan bahwa semua jenis virus bekerja melemahkan sistem kekebalan tubuh manusia. Covid-19 yang menjadi pandemik dunia merupakan salah satu virus yang sangat cepat menular dan menempel pada organ vital pernafasan manusia. Sehingga dalam waktu singkat telah membunuh puluhan ribu manusia di muka bumi.

Ia juga menjelaskan bagaimana tubuh manusia sebenarnya secara alamiah dapat menghasilkan sebuah zat radikal bebas yang dikenal dengan NO. NO yang dihasilkan oleh makrofag inilah yang bertugas melawan virus maupun parasite lainnya didalam tubuh. Akan tetapi jumlahnya kurang untuk mampu melawan Covid-19. Sehingga, tubuh membutuhkan asupan NO yang banyak.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *