Ida I Dewa Agung Istri Kanya, Pejuang Rakyat Klungkung

 Ida I Dewa Agung Istri Kanya, Pejuang Rakyat Klungkung

Kitapastibisa.id – Ida I Dewa Agung Istri Kanya, Pejuang Rakyat Klungkung – Weeklyline

Ida I Dewa Agung Istri Kanya memang tak setenar para pejuang wanita lainnya. Tetapi, kegigihan Dewa Agung Istri Kanya dalam melawan penjajah. Dewa Agung Istri Kanya dikenal karena memimpin perlawanan rakyat Klungkung menentang invasi Belanda di Desa Kusamba. Bersama Mangkubumi Dewa Agung Ketut Agung, dia yang membuat strategi penyerangan balasan terhadap Belanda di Kusanegara yang berujung pada gugurnya pimpinan ekspedisi Belanda, Mayor Jenderal A.V. Michiels. Dan karena itu juga ia dijuluki Belanda sebagai “wanita besi” karena telah mampu membunuh jenderal Belanda.

Berdasarkan catatan sejarah, Ida I Dewa Istri Kanya merupakan seorang ratu dari Kerajaan Klungkung saat pusat pemerintahannya berada di wilayah Desa Kusamba. Kisah heroik perjuangan Ida I Dewa Istri Kanya bermula ketika adanya kapal milik GP King. Seorang agen Belanda yang berkedudukan di Ampenan, Lombok di sekitar peisisir  Pesinggahan dari Klungkung yang kemudian dirampas oleh penduduk Pesinggahan dan Dawan. Hal ini membuat seorang pedagang asal Denmark yang juga agen Belanda, melaporkan kejadian tersebut ke Batavia.

Baca Juga  Cerita Najwa Shihab dan Karir Gemilangnya

Kendati seorang wanita, Dewa Agung Istri Kanya diberi kepercayaan untuk memegang kepemimpinan Kerajaan Klungkung. Namun, belum ditemukan kata sepakat di antara para peneliti kapan sejatinya Dewa Agung Istri Kanya naik takhta. Ada yang menyebut Dewa Agung Istri Kanya naik takhta pada tahun 1809, setelah wafatnya Dewa Agung Putra Kusamba. Ada juga yang menyebut Istri Kanya naik takhta tahun 1822, setelah wafatnya Dewa Agung Putra Balemas.

Baca Juga: Menanam Benih Toleransi Bersama SabangMerauke

Belum Dinobatkan Sebagai Pahlawan Nasional

Ida I Dewa Agung Istri Kanya, Pejuang Rakyat Klungkung
Kitapastibisa.id – Ida I Dewa Agung Istri Kanya, Pejuang Rakyat Klungkung – Serunibodjawati

Meski sejarah mencatat Dewa Agung Istri Kanya gigih berjuang melawan penjajah, namun sampai saat ini belum juga dinobatkan menjadi pahlawan nasional. Oleh Karena itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung tetap memperjuangkan walau butuh bukti autentik tentang kehidupan dan perjuangannya.

Selain itu bentuk penghormatan masyarakat Bali, dibangunnya patung Ida I Dewa Agung Istri Kanya di simpang empat Bypass Ida Bagus Mantra wilayah Tiyingadi, Kecamatan Dawan. Kemudian pembuatan tari kolosal mengenai perjuangan Ratu yang berhasil mengalahkan pimpinan ekspedisi Belanda.

Tetapi sebelumnya terjadi polemik terkait bentuk atau desain patung itu. Karena selama ini tidak ada dokumentasi dari wajah pahlawan Ida I Dewa Agung Istri Kanya. Sehingga baik tokoh puri, budayawan, termasuk pemerintah saat melakukan pembahasan masih meraba-raba.

Baca Juga  Membangun Indonesia dari Papua, Sebuah Cita-Cita Billy Membrasar

Beberapa desain memang sudah dibuat oleh kalangan seniman, namun masih mendapat sejumlah masukan, di antaranya terlalu cantik.

Artikel Terkait