Ida Ayu Riski Susilowati, Siswi Berjualan Cilok Untuk Kebutuhan Hidup

 Ida Ayu Riski Susilowati, Siswi Berjualan Cilok Untuk Kebutuhan Hidup

Kitapastibisa.id – Kisah Siswi Berjualan Cilok Untuk Kebutuhan Hidup

Ida Ayu Riski Susilowati merupakan seorang siswi kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bhakti Karya Karanganyar. Ayu Riski harus membiayai kebutuhan hidup sendiri dan adiknya dengan cara berjualan cilok di sekolah. Sehari-hari, Ayu Riski yang seorang anak yatim harus pintar membagi waktu untuk sekolah, berjualan, sampai membuat barang dagangan.

Kisah Inspiratif Ida Ayu Riski Susilowati

Ida Ayu Riski Susilowati
Kitapastibisa.id – Ida Ayu Riski Susilowati, Siswi Berjualan Cilok Untuk Kebutuhan Hidup

Setiap harinya, Ayu Riski terbiasa bangun pukul 2 Pagi. Ia bangun untuk menyiapkan adonan bahan cilok dan kemudian memasaknya hingga matang. Sembari menunggu, Ayu Riski juga menyiapkan sepada yang dia pinjam dari kenalannya yang sudah dilengkapi dengan keranjang serta tungku arang di dalamnya.

Dagangan cilok yang sudah matang menjadikan sinyal bagi Ayu Riski untuk berangkat sekolah. Ayu Riski harus mengayuh sepeda dengan membawa barang dagangannya yang cukup banyak ke sekolah. Jarak yang harus dia tempuh dari rumah ke sekolahnya adalah sekitar 4 kilometer.

Baca Juga  Martha Tilaar Ikon Wanita Indonesia Yang Mendunia

Ayu sudah mulai berdagang cilok begitu sampai disekolah. Ayu Riski akan meninggalkan dagangannya dan mulai belajar dengan serius saat bel berbunyi, dan kembali berjualan saat bel istirahat dibunyikan.

Sore harinya setelah pulang sekolah, Ayu Riski hanya memiliki sedikit waktu untuk beristirahat. Kesibukannya tersebut tidak membuat Ayu Riski malas belajar. Dia tetap belajar saat setelah magrib hingga pukul 10 malam. Tidak jarang Ayu Riski tidur pada pukul 12 malam karena mengerjaan PR dari sekolah.

Bagi Ayu Riski, waktu tidur yang dia miliki hanya sekitar 2 jam. 2 jam tersebut harus cukup baginya untuk beristirahat. Karena dia harus kembali menjalankan aktivitas padatnya kembali saat hari berganti. Dia sendiri mengaku bahwa rasa kantuk sering datang saat dia sedang mengikuti pelajaran di sekolah. Namun Ayu Riski beruntung, karena terkadang teman temannya berbaik hati membantunya untuk berjualan sehingga Ayu Riski dapat tidur sejenak saat istirahat.

Mungkin bagi sebagian orang, yang dilakukan Ayu Riski bukan lah hal yang istimewa. Namun, tentu bagi keluarganya, Ayu Riski merupakan Hero atau pahlawan mereka. Semangat Ayu Riski tidak pudar. Semangatnya masih tetap berkobar dan jiwa kuatnya telah menginspirasi banyak orang.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *