Ibnu Al-Nadim, Perumus Karya Bibliografi Islam Terbesar

 Ibnu Al-Nadim, Perumus Karya Bibliografi Islam Terbesar

Kitapastibisa.id – Ibnu Al-Nadim, Perumus Karya Bibliografi Islam Terbesar – Alif.id

Ibnu Al-Nadim, Perumus Karya Bibliografi Islam Terbesar – Nakosteen, dosen dari Universitas Colorado AS, menyebut Kitab Al-Fihrist merupakan dokumen yang sangat penting sejarah dalam Sejarah Islam. Buku tersebut merupakan jendela serta jembatan bagi para cendekiawan untuk mengarungi khazanah literasi Islam.

Ibnu Al-Nadim adalah pengarang Kitab Al-Fihrist itu. Beliau adalah sosok yang berhasil memperkenalkan Islam dengan pendekatan bibliografis. Beliau mampu menyajikan sebuah kajian survey serta pencatatan literatur keislaman dari segala aspek. Mulai dari materi ajaran Islam, hingga karya-karya capaian umat islam.

Penelitian Agus Rifai yang berjudul ‘Kontribusi Ibn Al-Nadim dalam Dunia Kepustakaan Islam’ menyebut karya Ibn Al-Nadim merupakan karya yang komprehensif. Kitab tersebut berisikan 10 bagian utama yang membahas berbagai aspek literatur Islam. Mulai dari deskripsi bahasa bangsa Arab dan non-Arab, tata bahasa, filologi, sejarah hingga sekte kepercayaan.

Ibnu Al-Nadim menyajikan daftar literatur dengan menyusun nama pengarang beserta karyanya. Sebuah pendekatan baru pada masanya dan terhitung sangat efektif. Selain itu, Ibnu Al-Nadim tak luput menjelaskan riwayat hidup pengarang mulai dari asal hingga jasa penulis.

Baca Juga  Tiga Tanda Bahwa Salat Kita Diterima

Tak ayal cendekiawan Islam menyebut Kitab Al-Fihrist sebagai karya terbesar sepanjang sejarah.

Baca Juga: Beberapa Langkah Menjaga Kesehatan Mata

Siapa Ibnu Al-Nadim?

Ibnu Al-Nadim, Perumus Karya Bibliografi Islam Terbesar
Kitapastibisa.id – Ibnu Al-Nadim, Perumus Karya Bibliografi Islam Terbesar – Kurniawan

Nama asli dari Ibnu-Al Nadim adalah Abu Al-Faraj Muhammad Ibnu Ishaq. Ibnu Khalikan yang menulis Ibnu Al Nadim atau Ibnu Ya’qub Al-Nadim al Baghdadi. Nama Al-Nadim memiliki arti tak lain “sahabat orang-orang terkemuka”. Nama tersebut melekat padanya lantaran pergaulannya yang luas.

Ia pernah belajar dengan guru-guru yang terkenal. Beberapa di antaranya adalah Al-Sirafi, Al-Munajim, dan Abu Sulayman Al-Mantiqi. Al-Nadim menghabiskan masa mudanya dengan menggeluti ilmu pengetahuan. Al-Nadim kerap mengikuti diskusi dengan cendekiawan. Bahkan, ia menggeluti ilmu pengetahuan kuno seperti ilmu Yunani, Mesir, Persia, bahkan Tiongkok.

Al-Nadim merupakan penganut aliran mu’tazilah serta bermahzab Syi’ah. Dari sana, beliau kerap menuliskan karya filsafat. Bahkan, ia menyediakan ruangan khusus bagi ilmuan lainnya untuk berdiskusi di toko bukunya.

Kecintaannya terhadap buku mendorongnya untuk membuat kitab Al-Fihrist. Ia mencatat buku-buku yang ada di perpustakaan dan yang pernah dijual. Catatannya tak hanya berisi judul dan pengarang, melainkan isi buku hingga riwayat pengarang buku. Selanjutnya, karyanya dikenal sebagai bibliografi terbesar dalam sejarah Islam dan kerap disebut sebagai Nadim Indexs.

Baca Juga  Yan Mongula, Pencipta Hand Sanitizer dengan Kearifan Lokal

Artikel Terkait