Harmoni Kerajaan Turki Utsmani dengan Aceh pada Abad ke-16

 Harmoni Kerajaan Turki Utsmani dengan Aceh pada Abad ke-16

Kitapastibisa.id – Harmoni Kerajaan Turki Utsmani dengan Aceh pada Abad ke-16 – Artisanal Bistro

Harmoni Kerajaan Turki Utsmani dengan Aceh pada Abad ke-16 – Turki Utsmani merupakan kerajaan Islam terbesar di dunia. Selama kurang lebih 4 abad berjaya, Ottoman setidaknya tengah menjamah hampir seluruh bagian dunia, termasuk Indonesia. Salah satu jejak Kesultanan Ottoman terdapat pada kota Yogyakarta, yakni bendera Kerajaan Demak.

Namun, tak hanya Jawa yang pernah disambangi oleh Kerajaan Islam terbesar itu. Aceh yang menjadi pintu masuk bagi para pedagang mancanegara tempo dulu pun memiliki jejak kerajaan Turki Utsmani. Lantas, apa hubungan antara Aceh dan Turki?

Baca Juga: Bukti Peninggalan Kerajaan Utsmani di Kota Yogyakarta

Hubungan Aceh dengan Turki Abad ke-16

Harmoni Kerajaan Turki Utsmani dengan Aceh pada Abad ke-16
Kitapastibisa.id – Harmoni Kerajaan Turki Utsmani dengan Aceh pada Abad ke-16 – historynusantara

Pada abad ke-16, Kesultanan Aceh berdiri di bawah kepemimpinan Sultan Ali Mughayat Syah, sultan pertamanya. Kala Sultan Alauddin al-Kahhar, Kesultanan Aceh menampakkan taringnya. Mereka mulai bersikap ekspansif demi memperkuat perekonomiannya serta pengaruhnya.

Salah satu upaya untuk mewujudkan hal itu adalah dengan menguasai selat Malaka. Bukan tanpa alasan. Selat Malaka menjadi jalur perdagangan rempah-rempah Internasional yang tentu begitu strategis. Namun, Kerajaan Aceh harus bersaing dengan Portugis.

Baca Juga  Filosofi Mendalan Dibalik Rumah Adat Suku Huaulu

Selain persoalan agama dan politis, Aceh juga punya masalah ekonomi dengan Portugis. Ini merupakan gerbang kerja sama antara Aceh dan Turki. Aceh meminta bantuan kepada kerajaan Ottoman. Bukan karena hendak menduduki Malaka, namun banyak dari kapal Aceh yang diserang Portugis saat berlayar ke Timur Tengah.

Turki setuju dengan permintaan Aceh. Sultan Selim II memutuskan untuk melindungi kapal Aceh serta memberikan bantuan militer berupa kapal, pasukan artileri, dan persenjataan lainnya. Turki juga mengirim Laksamana Kurtoglu Hizir Reis ke Aceh untuk melakukan ekspedisi.

Atas seluruh bantuan tersebut, Aceh memberikan hadiah berupa emas, batu mulia, rempah-rempah, dan parfum untuk kerajaan Turki. Catatan Portugis menyampaikan bahwa hubungan kerja sama Aceh dan Turki menjadikan hubungan mereka semakin kuat. Bahkan, Aceh menjadi wilayah yang dilindungi oleh Turki hingga abad 18.

Jejak Peninggalan Turki Utsmani di Aceh

Harmoni Kerajaan Turki Utsmani dengan Aceh pada Abad ke-16
Kitapastibisa.id – Harmoni Kerajaan Turki Utsmani dengan Aceh pada Abad ke-16 – Wikipedia

Kerja sama antara Kesultanan Aceh dengan Kerajaan Turki membuatnya memiliki kemampuan militer yang luar biasa. Ia kemudian menjadi sosok kerajaan yang sangat berpengaruh di Sumatera, bahkan Malaka. Hubungan yang begitu kuat itu membuat Aceh kerap kali mengibarkan bendera Kesultanan Turki saat berlayar. Turki tak hanya membantu Aceh dari serangan Portugis, namun juga beberapa kali membantunya dalam perang melawan Portugis.

Baca Juga  Kisah Pemabuk yang Buat Rasul Tertawa

Kuatnya hubungan antara dua kesultanan itu dapat dilihat dari bendera Kesultanan Aceh. Ini sekaligus menjadi peninggalan Kerajaan Turki Utsmani. Selain itu, Kesultanan Aceh memiliki bendera berwarna merah dengan lambang bulan sabit dan bintang. Bendera Kesultanan Aceh mirip dengan bendera Kerajaan Turki. Selain bendera, Turki juga menghadiahkan Meriam Lada Secupak yang juga menjadi peninggalan kerajaan Utsmani.

Artikel Terkait