Gundulan, Buah Durian Langka Asli NTB

 Gundulan, Buah Durian Langka Asli NTB

Kitapastibisa.id – Gundulan, Buah Durian Langka Asli Indonesia – Kompas

Gundulan, Buah Durian Langka Asli Indonesia – Jika pada umumnya buah durian memiliki duri, namun durian asal Nusa Tenggara Barat ini berbeda. Penampakannya seperti bundar tidak rata, tanpa ada duri di sekujur kulitnya. Penemuan buah ini tentu mengejutkan tim eksplorasi Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) saat mereka menemukannya.

Maisi, Kasubbag Tata Usaha Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengatakan bahwa buah gundulan itu pertama kali ditemukan pada tahun 2007. Saat ditemukan, pohon buah durian itu berbuah lebat.

Dikutip dari KompasTravel, Maisin menjelaskan Penemuan buah ini terjadi waktu kegiatan eksplorasi tahun 2006-2007 dimana itu merupakan penemuan dari alam. Setelah dieksplorasi, identifikasi, dan disusunkan deskripsinya. Maka dari BPSB tahun itu di eksplorasi kebetulan pohon buah yang sedang berbuah lebat itu.

Wujudnya yang tanpa duri membuat warga menyebutnya dengan nama buah gundulan. Sebelum ditemukan oleh BSPB, buah itu sudah ada di halaman salah seorang warga asal lereng gunung Rinjani, Lombok. Setelah sang pemilik lahan menyadari ada buah aneh di halaman rumahnya, ia langsung melaporkannya ke BSPB.

Baca Juga  Guling, Bantal Populer Masyarakat Indonesia

Sekilas, buah ini memang terlihat sangat aneh. Berbentuk bulat tidak sempurna, teksturnya tidak rata seperti batu dan memiliki warna coklat gelap. Ada yang bilang, bahwa buah ini mirip dengan buah sukun, namun ukurannya lebih besar. Tak ayal, jika orang yang pertama kali melihatnya menganggap buah tersebut buah yang aneh.

Bahkan, orang yang pertama melihatnya menganggap buah itu beracun.

Baca Juga: Mengatasi Pori-pori yang Terlihat Besar

Bagaimana Buah Durian Bisa Botak?

Awalnya, buah durian gundulan muncul di tengah pohon durian berduri lainnya yang ditanam oleh warga asal lereng gunung Rinjani itu. Menurut ahli botani, Gregori Garnadi Hambali, buah durian gundul bisa saja terjadi. Hal itu disebabkan oleh mutasi alami atau gen resesif. Namun, peluangnya sangat kecil.

“Peluang terjadinya hal ini sangat kecil. Hanya satu dari sejuta,” kata Hambali, yang bekerja di Kebun Buah Mekarsari, pusat konservasi keanekaragaman hayati di Bogor.

Sejak ditemukan hingga kini, ilmuwan masih mencoba memahami mutasi alami yang terjadi pada durian gundulan ini. Salah satunya, peneliti asal Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Selama empat tahun, mereka telah mencoba untuk menyebarkan kelangkaan durian yang halus, tetapi tidak berhasil.

Baca Juga  Mencari Pekerjaan baru disaat masih Bekerja

“Jika durian botak ini bersifat genetik, kita mungkin dapat memproduksi buah secara massal dengan metodologi kultur jaringan,” kata Muhammad Sarjan, profesor dari Universitas Mataram.

Menurut Sarjan, jika yang terjadi pada buah gundulan itu adalah mutasi, peneliti tidak dapat melakukan banyak hal padanya.

Sebelumnya, negara tetangga, yakni Thailand, juga memiliki durian botak. Namun, durian itu merupakan hasil kreativitas tangan penjualnya, Rattanarungrueng. Ia memangkas duri buah itu agar pelanggan mudah membawanya pulang.

Buah Gundulan Hanya Gundul di NTB

Pohon durian gundul ternyata tidak menghasilkan durian gundul saat ditanam di wilayah lain. Pada tahun 2007, kantor pertanian provinsi telah menghasilkan 23.000 bibit durian gundul dari 50 cangkok yang diambil dari pohon di NTB itu. Uniknya, tidak ada satupun dari bibit yang disebar di lain provinsi tersebut menghasilkan durian botak.

Mekarsari pun turut mengambil cangkokan dari buah tersebut. Pada tahun 2019, sekitar 1.000 bibit berhasil tumbuh dari hasil cangkok buah durian gundulan asal NTB tersebut. Namun, hasilnya masih sama, yakni lahir buah durian berduri yang tidak botak.

Baca Juga  Prinsip Alon-Alon Waton Kelakon Dalam Budaya Jawa

Sekitar 13 tahun lamanya, belum ada peneliti yang berhasil menemukan jawaban atas buah gundulan yang langka itu. Buah tersebut terbukti hanya ada di NTB dan belum bisa dikembangiakkan di wilayah lainnya.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *