Gerakan Menghidupkan Taman Baca di Denpasar

 Gerakan Menghidupkan Taman Baca di Denpasar

Kitapastibisa.id – Gerakan Menghidupkan Taman Baca di Denpasar – Tamanbacakesiman

Gerakan Menghidupkan Taman Baca di Denpasar – Kehidupan berkomunitas memang telah lekat pada bangsa kita. Ada banyak hal besar yang lahir dan bermula pada sebuah ide, gagasan, dan disatukan dengan semangat yang sama. Perpaduan semua ini mampu menghidupkan gerakan dan semangat kebersamaan, persis seperti yang diajarkan oleh para Bapak Bangsa.

Di era yang serba cepat untuk saat ini, empati dan rasa persaudaraan serta toleransi semakin terkikis oleh budaya-budaya dan kebiasaan yang sangat individualis. Semakin sempitnya ruang untuk kembali bersama-sama merenungkan dan bersatu pada cita-cita yang sama.

Respon atas situasi ini kemudian dimaknai berbeda oleh Agung Alit dan Hani Duarsa dengan mendirikan sebuah taman baca. Taman Baca ini berangkat dari keinginan mereka untuk dapat berbagi koleksi buku-buku mereka yang berjumlah ribuan untuk bisa juga diakses dan dibaca oleh siapapun terutama generasi muda.

Di Bali, memiliki ruang baca yang asyik untuk ditongkrongi memang masih menjadi barang mewah. Apalagi, tradisi membaca masih lemah dibanding tradisi jual tanah.

Baca Juga  SMA Kolese de Britto, Sekolah Siswa Laki-Laki Berambut Gondrong

Baca Juga: Karakter Superhero Asli Indonesia

Taman Baca Kesiman

Gerakan Menghidupkan Taman Baca di Denpasar
Kitapastibisa.id – Gerakan Menghidupkan Taman Baca di Denpasar – Lokadata

Untuk mengisi kekosongan idealisme dan realitas sempitnya ruang baca tadi, Taman Baca Kesiman hadir dengan konsep menjadi “kawan perubahan” yang nyata. Taman Baca Kesiman (selanjutnya disingkat TBK) mencoba meracik tempat baca supaya tidak identik dengan bayangan sebuah perpustakaan yang kaku dan serius. Suasana yang dibangun di TBK memang jauh dari kesan suntuk apalagi sok-sok cerdas dan berwibawa.

Ditambah lagi, di TBK, halaman depannya memiliki kebun sayur, buah, dan bunga-bungaan yang mengusung prinsip permakultur, atau pertanian yang berkelanjutan. Tempat ini sangat ramah bagi siapa pun yang ingin terlibat lebih intens.

Memiliki desain lansekap memadukan beberapa unsur yang saling mendukung. Ruang perpustakaan dekat dengan dapur yang menyajikan kopi panas, minuman ringan dan makanan khas dan sedap. Halaman rumput di belakang bisa dijadikan tempat panggung orasi, pemutaran film, pagelaran musik ataupun main bola.

Di sini juga bisa kita temukan koleksi buku di TBK adalah buku-buku kritis dan punya bobot yang tajam dan mendalam. Tema-tema buku yang ada sebagian besar adalah buku-buku sejarah, sosial, politik, otobiografi, sastra dan novel, karya-karya terjemahan, jurnal-jurnal ilmiah populer. Bahkan ada buku-buku langka yang sudah sulit ditemukan di pasaran.

Baca Juga  Naufal Abshar Si Pelukis Tawa Asal Indonesia

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *