Gemar Komentar dalam Medsos? Perhatikan Adabnya dalam Islam

 Gemar Komentar dalam Medsos? Perhatikan Adabnya dalam Islam

Kitapastibisa.id – Gemar Komentar dalam Medsos? Perhatikan Adabnya dalam Islam – Islam Ramah

Gemar Komentar dalam Medsos? Perhatikan Adabnya dalam Islam – Dengan pesatnya perkembangan teknologi dan informasi, kini semua orang dapat berkomunikasi jarak jauh. Hal ini terang mempengaruhi berbagai macam aspek dalam kehidupan manusia. Mulai dari bagaimana mampu mendekatkan yang jauh, bahkan berinteraksi secara maya.

Namun, sebagai umat muslim yang taat, kita perlu mewaspadai perkembangan teknologi ini. Bagai pedang bermata dua, medsos bisa saja merugikan terlepas dari sisi positifnya. Selain mencelakakan orang, medsos juga bisa merusak pribadi.

Untuk itu, terdapat beberapa adab bermedsos dalam Islam. Fungsinya, agar tidak terjadi saling menyakiti antar sesama dan mampu memanfaatkan medsos lebih baik lagi. Berikut 3 adab Komentar di medsos dalam Islam.

Baca Juga: Tiga Golongan yang Harus Dimuliakan dalam Islam

1. Kurangi berkomentar yang tidak penting

Tentu, dengan banyaknya informasi sulit rasanya untuk tidak mengomentarinya. Namun, perhatikanlah apa yang Anda komentari. Tanyakanlah pada pribadi apakah komentar Anda bermanfaat atau tidak. Terlalu banyak berkomentar mampu mengeraskan hati. Sebagaimana Al-Fudhail bin Iyadh berkata,

Baca Juga  Rahasia Buat Kamu Yang Mau Awet Muda

“Ada dua perkara yang menjadikan hati menjadi keras: Terlalu banyak bicara dan terlalu banyak makan.”

Jika perkataan dan komentar itu tidak penting, ada baiknya kita diam. Mengapa demikian? Kita tidak tahu mana dari ucapan kita yang dapat berbuah baik dan sebaliknya. Bahkan, niat ucapan yang baik pun kadang kala punya makna yang berbeda.

Perihal berbicara dan berkomentar ini merupakan hal yang penting. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda bahwa mulut seseorang adalah salah satu sebab seseorang masuk neraka. Sebagaiaman sabdanya,

“Engkau telah keliru wahai Mu’adz, tidaklah manusia dilemparkan ke Neraka di atas wajah-wajah mereka melainkan disebabkan oleh ucapan-ucapan mereka.” [HR.Tirmidzi]

Hindarilah komentar buruk seperti makian dan cacian. Karena, hal tersebut dapat menimbulkan kerusakan.

2. Jika hendak menasehati, jangan lakukan di tempat publik

Salah satu hal yang patut menjadi perhatian adalah adab menasehati. Kolom komentar dalam medsos membebaskan kita untuk melontarkan apa saja pada pembuat konten. Tak terkecuali nasehat apabila konten tersebut buruk.

Baca Juga  Suami Ideal dalam Pandangan Islam

Islam telah mengatur hal ini. Dalam kitab Siyar A’laam An-Nubalaa seorang ulama menyebut bahwa menasehati secara diam-diam merupakan adab yang mulia.

“Tidaklah aku lihat kesalahan seseorang(saudara se-Islam), kecuali aku menutupinya,  aku senang untuk memperindah urusan dirinya. Tidaklah aku menjumpai seseorang dengan hal yang dia benci di hadapannya, kecualiaku jelaskan kesalahannya (secara sembunyi-sembunyi), hanya antara aku dan dia Jika dia menerima penjelasanku (maka itu lebih baik), dan jika dia tidak menerima ucapanku, maka aku membiarkannya.”

Hal ini karena boleh jadi dengan menasehati dalam publik, kita menyebar aibnya. Padahal, menyebar aib seseorang merupakan perbuatan tidak terpuji. Sebagaimana dalam sebuah hadis, dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa melepaskan kesusahan seorang muslim dari kesusahan dunia, Allah akan melepaskan kesusahannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan orang yang susah, Allah akan mudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi aib seorang, Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya selama ia menolong saudaranya.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 2699]

Baca Juga  Tiga Cara Untuk Menghindari Dosa Zina

3. Hindari berkomunikasi dengan non-mahram jika tidak penting

Selanjutnya, berbicara dengan non-mahram adalah sebuah godaan terbesar. Karena, ini boleh jadi gerbang menuju sebuah musibah yang besar. Misal, seorang laki-laki yang iseng menghubungi perempuan lain. Padahal, ia sudah memiliki istri.

Iseng, itu tadi, dapat menjerumuskan laki-laki tersebut pada perselingkuhan. Sebagai mana laki-laki lemah terhadap paras perempuan. Dan, perempuan begitu lemah dengan gombal rayuan lelaki. Dalam medsos, kedua hal ini bertemu.

Dengan demikian, bijaklah dalam menggunakan medsos. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Tidaklah aku tinggalkan sepeninggalku fitnah (cobaan) yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki yaitu (fitnah) wanita.”

Artikel Terkait