Garuda Wisnu Kencana, Patung Tertinggi di Indonesia

 Garuda Wisnu Kencana, Patung Tertinggi di Indonesia

Kitapastibisa.id – Garuda Wisnu Kencana, Patung Tertinggi di Indonesia – Kompas

Garuda Wisnu Kencana atau dikenal dengan sebutan GWK yang artinya “burung Garuda Kendaraan Dewa Wisnu” adalah salah satu ikon kawasan taman budaya GWK di Bali yang berlokasi Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali. Patung ini terletak di atas dataran tinggi batu kapur padas dan menghadap ke kawasan pesisir selatan pulau bali. Faktanya lahan dengan luas 250 hektar tempat dibangunnya GWK ini adalah lahan bekas penambangan kapur liar yang sudah ditinggalkan.

Patung karya seniman I Nyoman Nuarta ini dibuat sebagai simbol penyelamatan lingkungan dan dunia. Terkait kepercayaan Hindu masyarakat di Bali, dimana Dewa Wisnu adalah Dewa yang bertugas memelihara Alam Semesta dan Garuda melambangkan kebebasan dan pengabdian yang tanpa pamrih. Destinasi wisata GWK ini diharapkan menjadi simbol untuk kebudayaan terkait keseimbangan alam menjaga keselarasan hubungan antara lingkungan, sesama juga Tuhan.

Baca Juga: Posisi Tidur, Menentukan Kepribadian Seseorang

Pembangunan Garuda Wisnu Kencana Dimulai dari tahun 1993

Garuda Wisnu Kencana, Patung Tertinggi di Indonesia
Kitapastibisa.id – Garuda Wisnu Kencana, Patung Tertinggi di Indonesia – gwkbali

Perencanaan pembangunan GWK sendiri sudah dimulai oleh I Nyoman Nuarta pada tahun 1993, dam mulai dibangun pada tahun 1997. Proyek ini sempat stop karena banyak masalah diantaranya pendanaan. Yang dalam pengerjaannya membutuhkan partisipasi 1.000 pekerja. Total pekerja tersebut dibagi dua wilayah kerja, yaitu 400 pekerja di Bandung, sedangkan yang 600 pekerja lainnya menggarap proyek ini di Pulau Dewata. Sampai akhirnya Patung GWK diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 22 September 2018. Dengan ukuran patung yang mencapai 121 meter dan lebar 65 meter.

Baca Juga  Makna Tri Hita Karana Bagi Kehidupan Masyarakat Bali

Kawasan destinasi wisata GWK ini selain menyajikan patung yang berdiri tegak, juga menjadi tempat pusat kesenian budaya Bali, setiap pengunjungnya dapat menemukan ragam budaya asli yang berkembang di tanah Dewata. Pengunjung dapat menikmati berbagai pertunjukan mulai dari musik, sendratari, orchestra, hingga fashion show. Pertunjukan seni tradisional, seperti rindik, tari barong, tari kecak, dan jogged bumbung. Selanjutnya, kawasan ini juga memiliki exhibition gallery sebagai ruang pameran lukisan atau seni rupa lainnya.

Selain itu, di area GWK, juga sumber mata air yang dikeramatkan. Penduduk setempat menyebutnya sebagai Pura Somaka Giri. Mata air ini konon dipercaya tidak pernah kering meskipun sedang musim kemarau. Kubung atau sumber mata air ini diketahui sudah ada sejak kawasan tersebut belum dibangun. Air dari sumber mata air keramat ini pun tidak boleh dipakai sembarangan, orang yang ingin menggunakan air ini harus meminta izin dahulu kepada pemangku. Konon jika punya permintaan atau doa tertentu, doamu akan terkabul jika mendapatkan air dari Pura Somaka Giri.

Baca Juga  Kuda Sumbawa, Warisan Alam Tanah Marapu

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *